700 Gram Ganja Asal Medan di Tangkap Ditresnarkoba Polda Malut Bersama 1 Kurir -->

700 Gram Ganja Asal Medan di Tangkap Ditresnarkoba Polda Malut Bersama 1 Kurir

Kamis, 05 Maret 2020, 00:34 WIB
Oleh Adan Pattisahusiwa
Advertisement

Reporter : Silviana M. Ali
Editor      : Adan Pattisahusiwa

Ternate, Delinewstv - Direktorat Reserse Narkoba Polri Daerah Maluku Utara berhasil amankan 700 gram ganja kering yang di kirim dari Jaringan Narkoba Medan, Provinsi Sumatra Utara melalui jasa pengiriman barang J&T Kelurahan Stadion.


Informasi yang di Himpun, Bahwa ganja kering kirim dari Kota Medan itu di pesan via handphone oleh salah satu narapidana Lapas Kelas II Ternate bernama, Anhar Ardian, Anhar Ardian mengendalikan penjualan Ganja dari dalam lapas, Ditrenarkoba Polda Malut sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait dengan bukti kepemilikan 700 Gram Narkotika golongan 1 jenis ganja kering.


Direktur Resnarkoba Polda Malut, Kombes Pol. Setiadi Sulaksono dan Kabid Pemberantasan BNNP AKBP Eddy Junaidi di dampingi Kaur Mitra Subbit Penmas Bidhumas AKP Eksan Umanailo dalam press release mengatakan, dalam waktu semingu pihak telah menangkap 1 kurir dan 3 pengguna di tempat yang berbeda, " kami tangkap tiga orang pengguna di antaranya AG Alias Gafur, SB Alias Ipang, dan HW Alias Hendra, setelah penangkapan ketiga pengguna itu, kami melakukan pengembangan dan berhasil kami amankan 1 kurir yang berprofesi sebagai tukang ojek tepatnya di tempat pengiriman jasa J&T beralamat di Kelurahan Stadion, Kecamatan Ternate Tangah, " katanya.



Lanjut dia, ketiga pengguna serta barang bukti berupa ganja seberat 5,53 gram, kemudian pihaknya melakukan introgasi terhadap SZ Alias Supriyadi dan atas pengakuannya, anggota langsung turun ke Lapas kelas II Ternate untuk menggeledah barang milik salah satu warga binaan yang di ketahui bernama Anhar Ardian atau di panggil Cimeng, " pengakuan Supriyadi (Kurir), bahwa Anhar Ardian warga binaan yang mengendalikan dari dalam lapas, setelah itu kami langsung ke lapas untuk memeriksanya namun kami sedikit kesulitan sebab Sim Card miliknya tidak kami temukan, dan kami akan membuka handphone milik supriyadi dengan menggunakan alat Celebrate, dan pasti kita akan mengetahuinya, " jelasnya.


Sementara itu, pengiriman ganja berasal dari Jaringan Narkoba Medan Provinsi Sumatra Utara, dan di duga kuat warga binaan lapas memiliki jaringan narkoba di medan dan melalui via handphone barang itu datang dan di jemput oleh kurir lalu dibagikan ke kurir yang menjualnya, kemudian pihak ditresnarkoba masih  mendalami keberadaan kurir ketua setelah tertangkapnya supriyadi.




Diketahui, Ketiga pengguna yakni AG, SB, dan HW di jerat dengan pasal 127 ayat (1) dan pasal 111 ayat (1), UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. sedangkan untuk SZ alias Supriyadi di jerat dengan pasal 114 ayat (1) dan pasal 111 ayat (1), UU RI No 35 Tahun 2009, Tentang Narkotika.
Advertisement

TerPopuler