Saat Pergi Mencari Nafkah Seorang Pria di Temukan Tak Bernyawa -->

Saat Pergi Mencari Nafkah Seorang Pria di Temukan Tak Bernyawa

Sabtu, 07 Maret 2020, 15:15 WIB
Oleh Adan Pattisahusiwa
Advertisement


Reporter : Bernat
Editor     : Adan Pattisahusiwa


TAPUT, Delinewstv - Saat pergi mencari nafkah seorang pria bernama Sahat Sipahutar (49) warga Desa Lobusingkam, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Taput, Provinsi Sumatra Utara di temukan sudah tak bernyawa di area persawahan Bariba On Dusun Sibatu-Batu Desa Simasim, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara.


Informasi yang di himpun, Sahat Sipahutar (Korban) diketahui berprofesi sebagai Pengolah Kayu, dan pergi keluarga dari rumah meninggalkan seorang isteri bernama Bora Butar-butar serta kelima anaknya untuk pergi kerja memotong kayu untuk membuat pondok di persawahan milik Ganda Harianja. Setibanya di Kecamatan Pahae Julu, korban hendak kerumah temannya bernama Sori Harianja untuk menginap, dan malamnya korban bersama Sori Harianja minum tuak di campurkan dengan durian sebelum keduanya tidur dan keesokan darinya tepatnya di hari Jumat pukul 10.30 WIB korban pergi untuk memotong kayu sendirian tanpa di temani temannya. 



Tak lama kemudian, Sori Harianja bersama pemilik lahan persawahan Ganda Harianja menyusul korban yang sedang menebang kayu untuk membuat pondok dan membawakan makan siang milik korban, namun saat tiba di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) Sori dan Ganda melihat korban sedang istrahat tepatnya di pohon yang baru ia tebang, sehingga dari arah kejauhan keduanya sudah memanggil korban hingga keduanya berdekatan dengan korbanpun masih memanggil nama korban, akan tetapi korban hanya diam dan tetap di tempat seperti orang yang sedang istrahat dan melihat ada yang aneh keduanya pun langsung melaporkan ke Polsek Pahae Julu. " setelah Sori dan Ganda melapokan ke Polsek kemudian, Kapolsek bersama anggota turun ke TKP dan melihat kondisi korban yang sudah tidak bernyawa, untuk itu, Kapolsek dan anggotanya membawa korban di Puskesmas Pahae Julu guna melakukan visum dari luar namun tidak ada tanda tanda kekerasan di tubuh korban, dan korban di duga meninggal dunia karena kecapean, " singkat Kapolres Taput melalui Kasubbag Humas Aiptu W. Baringbing, kepada awak media Sabtu (7/3/2020).



Lanjut dia, korban langsung di bawa ke kampung halaman Desa Lobusingkam, Kecamatan Sipoholon, dan di terima oleh isterinya dan kelima anaknya, " saat kami mengantarkan jenazahnya kerumah isteri sama kelima anaknya hisreris saat melihat ayah suami yang di pulangkan dalam keadan kaku, " ujarnya.



Sementara itu, Korban sudah diserahkan kepada keluarganya, dan pihak keluarga pun tidak mencurigai adanya tindak kekerasan terhadap korban, serta mengakui kalau korban, sebelum meninggal sudah mengalami penyakit jantung. 
Advertisement

TerPopuler