Secara Gratis Dan Tidak di Pungut Biaya Apapun Polri Membuka Penerimaan Terpadu TA 2020 -->

Secara Gratis Dan Tidak di Pungut Biaya Apapun Polri Membuka Penerimaan Terpadu TA 2020

Kamis, 19 Maret 2020, 15:26 WIB
Oleh Adan Pattisahusiwa
Advertisement



Reporter : Silviana M. Ali
Editor      : Adan Pattisahusiwa

Maluku Utara, Delinewstv - Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali membuka Penerimaan Terpadu Polri T.A. 2020 kepada seluruh Warga Negara Indonesia, demikian juga Polri Daerah Maluku Utara (Polda Malut) yang bertindak selaku Panitia Daerah Penerimaan untuk menjaring Putra-putri terbaik Maluku Utara yang akan mengabdikan diri di Instansi Kepolisian.


Terhitung mulai tanggal 7 Maret 2020 Penerimaan Polri telah resmi dibuka melalui Laman Resmi. www.penerimaan.polri.go.id yang akan berakhir tanggal 23 Maret 2020 dengan Formasi Taruna AKPOL, Bintara Polri dan Tamtama Polri.



Untuk diketahui Kuota Penerimaan Nasional Seluruh Indonesia yakni Akpol sebanyak 250 Orang, Bintara Polri sebanyak 10.275 dan Tamtama Polri sebanyak 400 Orang.



Dari jumlah tersebut akan ditentukan Kuota Penerimaan setiap Polda berdasarkan Animo Pendaftar, sedangkan untuk Kuota DIPA SDM Polda Maluku Utara yakni Akpol sebanyak 5 Orang, Bintara Polri 234 dan Tamtama Polri 11 Orang.




”Kuota Penerimaan Polri Panda Polda Maluku Utara masih menunggu informasi dari Mabes Polri, hal itu akan dihitung dari Animo Pendaftaran di Maluku Utara, untuk itu Kami menghimbau kepada Masyarakat Maluku Utara yang memiliki Putra-Putri, Kerabat yang memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri di Polres setempat dan selanjutnya akan diseleksi di Polda Maluku Utara” Jelas Kabidhumas Polda Malut AKBP Adip Rojikan, S.I.K., M.H.



Lanjut Adip, syarat dan ketentuan Penerimaan dapat dilihat di Laman resmi Penerimaan Polri, Bag Sumda Polres dan Biro SDM Polda Malut atau melalui Instagram resmi Bag Dalpers Biro SDM Polda Malut.



”Dalam Penerimaan Polri tidak dipungut biaya, apabila ditemukan peserta yang melakukan pendaftaran dan proses rekrutmen berlawanan dengan aturan (Suap , Kolusi, Nepotisme dan Percaloan) akan  di evaluasi dan di Diskualifikasi," jelasnya.
Advertisement

TerPopuler