Suami Pergi Cari Nafkah, Pulang Jadi Mayat -->

Suami Pergi Cari Nafkah, Pulang Jadi Mayat

Senin, 09 Maret 2020, 11:08 WIB
Oleh Bern
Advertisement



Reporter : Panji H Simanungkalit
  
Taput, POLICELINE – Tidak dapat menahankan duka yang dalam, tangisan memekik boru Butarbutar dan kelima anaknya menerima kedatangan jenazah suaminya Sahat Sipahutar (49) pada Jumat (06/03/2020) lalu.

Alm Sahat Sipahutar yang berdomisili di Desa Lobusingkam Kecamatan Sipoholon Kab. Taput  beserta keluargaya kesehariannya berprofesi sebagai pengolah kayu.

Kapolres Taput, AKBP Horas Marisi Silaen, melalui Kasubag Humas Aiptu W. Barimbing kepada awak media mengatakan, pada Jumat (6/3) Sahat Sipahutar pergi ke areal persawahan Bariba On Dusun Sibatu-batu Desa Simasom Kec. Pahae Julu, Kab.Tapanuli Utara untuk mencari nafkah buat keluarganya yang berprofesi sebagai pengolah kayu.

“ Di areal persawahan milik Ganda Harianja (GH), Alm Sahat Sipahutar (SS) hendak momotong kayu untuk membuat pondok, “kata Barimbing, Sabtu (7/3/2020).

Masih keterangan yang dihimpun dari Kasubag Humas Polres Taput, Kamis (5/3) malam, SS bersama teman GH masih bersama-sama minum tuak campur durian sebelum tidur. Besoknya Jumat, 6/3/ 2020 pukul 08.00 wib, korban pergi ke lokasi persawahan (TKP) untuk bekerja sendirian, dimana temannya SH dan pemilik lahan GH menyusul, karena sebelum nya korban sudah pernah bekerja di lokasi dan sudah tahu tempatnya.

“Sekira 10:30 WIB, GH dan temannya mendatangi tempat bekerja SS sekaligus membawa nasi untuk makan siang. Tiba di lokasi, GH dan temannya melihat SS duduk bersandar di tungkul kayu yang sudah terpotong, “ sambung Barimbing.

Masih kata Barimbing pada awak media, GH dan temannya memanggil manggil membangunkan SS, namun SS tidak menjawab, merasa curiga, GH dan temannya mendekati SS dan sudah tidak bernyawa. Selanjutnya GH bersama temannya melaporkan ke Polsek Pahae Julu.   

Dari laporan tersebut, Personil Polsek Pahae Julu turun melakukan olah TKP, dan dari hasil pemeriksaan petugas di TKP, di tubuh SS tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan atau pun luka.
“Setelah dilakukan olah TKP, petugas tidak menemukan tanda-tanda korban kekerasan ataupun luka, namun demikian petugas membawa SS ke Puskesmas Pahae Julu untuk di lakukan visum luar, “ucap Barimbing Kasubah Humas Polres Taput.

"Korban sudah diserahkan kepada keluarganya pada Jumat (6/3) sekira 15:00 WIB, dan pihak keluarga pun tidak mencurigai adanya tindak kekerasan terhadap korban, serta mengakui kalau korban pun sebelum meninggal sudah mengalami penyakit jantung,” urai Barimbing.

Advertisement

TerPopuler