Abaikan Keputusan Pemerintah Pusat, Bank BTPN Syariah Melakukan Penagihan di Tengah Polemik Covid 19 -->

Abaikan Keputusan Pemerintah Pusat, Bank BTPN Syariah Melakukan Penagihan di Tengah Polemik Covid 19

Kamis, 09 April 2020, 06:29 WIB
Oleh Adan Pattisahusiwa
Advertisement


Reporter : Indera 


Waykanan, Delinewstv - Maraknya Penyebaran virus Corona (Covid-19) tidak saja berdampak pada kesehatan manusia saja, akan tetapi  polimik covid 19 ini juga mempengaruhi perekonomian dan  dan ketahanan pangan warga. Salah satunya seperti yang terjadi pada warga di Kampung Banjar baru, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan.



Dimana masyarakat harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari dan ditengah-tengah dampak Covid-19, mereka juga dipaksa harus membayar angsuran Bank BTPN syariah.



Menurut salah satu nasabah bank  BTPN syariah yang namanya tidak di sebutkan di Kampung  Banjar baru,kecamatan Baradatu  kabupaten Way Kanan, yang menceritakan keluh kesahnya kepada Reporter Delinewstv.com Rabu (8/4/2020).



"Saya mewakili nasabah Bank BTPN syariah yang lain, sebenarnya kami bukannya tidak mau bayar angsuran ke Bank BTPN syariah  itu sudah tanggung jawab kami sebagai nasabah untuk membayar angsuran dimana kami telah meminjam uang di Bank BTPN syariah, " jelasnya.



Lanjut dia, dirinya berharap ada toleransi atau keringanan dari pihak bank untuk mereka sebagai pengusaha kecil, sebab di tengahnya pencegahan Covid 19 ini usaha mereka tidak berjalan seperti biasa, dirinya mengira pihak Bank mengikuti anjuran pemerintah pusat, tapi nyatanya tidak, sebab tiba-tiba datang pihak Bank BTPN untuk melakukan penagihan ansuran peminjaman.




" Akan tetapi  kami hanya ingin  meminta keringanan waktu untuk pembayaran angsuran, sampai kami bisa beraktivitas seperti biasanya, karena pada saat ini kami usaha kecil merasa belum mampu untuk membayar, tapi kalu kami harus dipaksa bayar angsuran dengan keadaan seperti ini, jujur kami tidak sanggup, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja kami bingung dikarenakan perekonomian saat ini, apa lagi penghasilan kami dari tani ditambah harga getah karet Rp3.000 perkilonya. Bahkan ada beberapa kampung getah karet gak ada yang mau beli. Gimana kami mau bayar ansuran kalau keadaan kayak gini," ungkapnya.





Menurut dia, dirinya sebagai nasabah Bank BTPN Syariah, meminta keringanan waktu saja sampai keadaan seperti semula. Disini kami tidak ada maksud memojokkan pihak Bank BTPN dan kami sebagai nasabah mengharapkan pihak Bank Mekkar dapat ikuti Maklumat Presiden, apa lagi kita ketahui bersama, Presiden sudah mengeluarkan maklumat terkait angsuran atau cicilan di bawah Rp10 milyar dihentikan selama 1 tahun. Begitu juga dengan aturan yang sudah di keluarkan OJK akan tetapi pihak Bank BTPN  tidak perduli dengan semua itu.




"Sedangkan kami telah sampaikan kepada pihak Bank BTPN syariah  mengenai maklumat dari presiden, tapi mereka bilang wilayah kami belum masuk zona merah walaupun belum masuk zona merah dampaknya sudah kami rasakan," tutupnya.




Kata nasabah yang enggan namanya di beritakan di tempat yang sama petugas BTPN syariah masih melakukan penangihan bahkan  mengumpulkan ibu-ibu nasabah, padahal pemerintah sudah jelas menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan perkumpulan, 


Sementara itu, Terpisah, Eli salah satu pewagai Bank BTPN saat di temui Reporter Delinewstv.com mengatakan pihaknya hanya menjalankan tugas, dan soal keluhan nasabah sudah di sampaikan ke kantor pusat.


" Saya hanya menjalankan tugas pak, makanya saya menagih sebab belum ada surat resmi baik itu dari Kementerian BUMN, Presiden, dan dari Bank pusat kami, untuk menghentikan penagihan terkait dampak corona virus covid 19 ini, " tutupnya.
Advertisement

TerPopuler