IPT HPAL Kembali Melanjutkan Aktifitas Setelah Ada Kesepakatan -->

IPT HPAL Kembali Melanjutkan Aktifitas Setelah Ada Kesepakatan

Rabu, 15 April 2020, 22:38 WIB
Oleh Adan Pattisahusiwa
Advertisement





Reporter : Sadan


HALSEL, Delinewstv - Terkait dengan gejolak di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, tepatnya di lokasi perusahan tambang PT. HPL akhirnya berujung damai. Setelah melalui proses negosiasi yang dilakukan oleh pihak perusahan, Forkopimda, karyawan dan security di perusahan tersebut pada Rabu (15/4/2020).


Telah dilaksanakan dan disepakati bersama-sama antara seluruh karyawan kontraktor dan departemen security PT. HPL sebanyak lima poin yakni. Bahwa seluruh karyawan kontraktor sepakat akan menjaga keamanan, ketertiban, kerukunan dan harmonisasi serta akan selalu bersinergi dengan security untuk menjaga dan kenyamanan dilingkungan kerja seluruh area kontraktor dan area perusahan.


Bahwa seluruh karyawan kontraktor telah sepakat tidak mengulangi lagi tindakan anarkis, fandalis dan merusak seluruh fasilitas perusahan akan tetapi akan mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat.


Bahwa seluruh karyawan kontraktor telah sepakat dalam menyikapi permasalahan yang ada (perkelahian, pertikaian, kesalahpahaman dan lain-lain) akan menyelesaikan nya secara baik-baik bdan akan melibatkan atasan (pengawas, supervisor atau penanggung jawab) sehingga permasalahan dapat diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan permalahan baru dikemudian hari.


Bahwa security dalam melaksanakan pengamanan tetap mengedepankan kenyamanan semua pihak sehingga security dalam melaksanakan tugas, peran dan pengamanan dapat memberikan perlindungan keamanan kepada semua pihak tanpa memandang karyawan kontraktor Natsu karyawan PT. HPL


Bahwa seluruh peraturan yang ada di perusahaan dibuat untuk memberikan perlindungan keamanan kepada seluruh karyawan yang ada baik kontraktor ataupun karyawan PT. HPL sehingga seluruh peraturan wajib di patuhi oleh seluruh karyawan termasuk seluruh perijinan dan akses masuk serta larangan melintas dijalan yang dilarang perusahan dijalan pintas (tikus). Adapun tujuan perusahan melarang karyawan melintas jalan tikus karena memiliki kerawanan yang dapat membahayakan pengguna jalan tikus seperti kecelakaan patah tulang, tertusuk duri ataupun terjatuh yang mengingatkan fatal.




Corporate Communication Manager Harita Nickel, Anie Rahmi menjelaskan, Perusahaan memberikan relaksasi bagi karyawan kontraktor non-camp residence untuk keluar Site dan bertemu dengan istri dan keluarga mereka sekali dalam dua minggu. Namun setiap pekerja yang kembali ke Site, harus menjalankan seluruh Protokol Kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah demi mencegah penyebaran virus Corona, termasuk mengikuti Rapid Test yang disediakan Perusahaan.




“Dialog dan musyawarah untuk mencapai mufakat berlangsung dengan sangat kondusif dan dilandasi semangat kekeluargaan. Kesepakatan Damai ini mengakhiri miskomunikasi yang sempat terjadi dan menandai kembali beraktivitasnya PT HPAL seperti biasa,”ungkapnya.




Surat kesepakatan damai bersama ditanda tangani oleh lima perwakilan karyawan kontraktor disahkan oleh SPT security, Kepala Desa Kawasi, Wakapolres Halsel dan Dandim 1509 Labuha di hadiri oleh  Danramil, Kapolsek, tokoh masyarakat kawasi, Imron, sekdes, Asisten 1 dan staff ahli Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.




Advertisement

TerPopuler