OTK di Poso Serang Polisi Dengan Senpi, Kapolda : Ada Bom di Badan Pelaku -->

OTK di Poso Serang Polisi Dengan Senpi, Kapolda : Ada Bom di Badan Pelaku

Rabu, 15 April 2020, 23:58 WIB
Oleh Redaksi Net24Jam
Advertisement
Fhoto (Istimewa) : OTK Serang Anggota Polri

Poso, POLICELINE - Penyerangan terhadap anggota Polri kembali terjadi. Peristiwa kali ini menimpa seorang anggota Sabhara Polres Poso yang tengah berjaga di depan Bank Mandiri Syariah Jalan Pulau Irian Jaya, Gebang Rejo, Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (15/4/2020) sekira pukul 09.00 Wita. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber yang layak dipercaya, kejadian berawal saat dua orang tak dikenal (OTK/pelaku-red) berboncengan mengendarai sepeda motor berwarna hitam merah tiba di Bank Mandiri Syariah. Pada saat pelaku pertama ingin membuka pintu Bank Mandiri Syariah namun dilarang oleh salah satu Security berinisial A karena harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam Bank.

Setelah mencuci tangan, pelaku yang satunya lagi ingin masuk ke dalam Bank. Lalu dilarang kembali oleh Security lainnya berinisial AM karena tidak ingin melepaskan helm yang digunakannya. Sehingga kedua pelaku meninggalkan Bank Mandiri Syariah.

Berselang sekira 3 menit, Briptu IS (korban-red) datang setelah 2 pelaku meninggalkan Bank Mandiri Syariah, dan tidak lama kemudian tiba-tiba terdengar bunyi tembakan. Ternyata pelaku menggunakan senjata api (Senpi) laras pendek jenis FN dan menembak Briptu IS yang mengenai punggung kanan belakang tembus tulang rusuk depan korban.

Pada saat bersamaan, salah satu anggota Polri lainnya yakni Bripka ES yang sedang dalam perjalanan dan berada di seputaran tempat kejadian perkara (TKP) mendengar suara minta tolong. Kemudian secara respek Bripka ES langsung mendekati, akan tetapi dirinya melihat korban sudah dipeluk oleh OTK yang berjumlah 2 orang tersebut dan terdengar suara tembakan.

Melihat kejadian itu, dengan sigap Bripka ES langsung memberikan tindakan tegas (menembak) ke arah OTK dan membuat para pelaku lari meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.

Namun, karena kondisi Briptu IS sangat memprihatinkan, Bripka ES terlebih dahulu mengambil tindakan untuk menolong korban dan kini mendapatkan perawatan medis.

Pelaku Adalah DPO Jaringan MIT
Polisi mengejar para pelaku yang sempat melarikan diri usai melakukan aksinya. 

Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) Kombes Didik Supranoto menyampaikan, kedua pelaku merupakan anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Keduanya terdiri dari Muis Fahron alias Abdullah dan Ali alias Darwin Gobello. Menurutnya, kedua pelaku masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Keduanya berhasil dilumpuhkan sekira pukul 13.00 Wita tadi," jelas Didik.

Namun, dirinya belum merinci penyebab tewasnya kedua pelaku tersebut.

Ada Bom di Badan Pelaku 
Kapolda Sulteng Irjen Syafril Nursal menyampaikan, bahwa tindakan tegas tersebut harus dilakukan untuk mengantisipasi tindakan yang bisa membahayakan aparat yang melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku.

Dikatakannya, selain menyerang anggota Polri dengan menggunakan senjata api, ternyata didapati ada bom di badan dua orang pelaku tersebut.

"Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku melarikan diri, kemudian dikejar dan dilakukan penyisiran tim kita hingga terjadi kontak tembak dan di badannya (pelaku-red) ada bom sehingga dengan kondisi itu harus dilumpuhkan," ungkap Irjen Syafril Nursal.

Kapolda memaparkan untuk mayat kedua pelaku akan bawa ke Palu untuk diotopsi dan diidentifikasi.

"Barang bukti yang didapat ada senjata FN, peluru, bom, sepeda motor yang dipakai dan beberapa barang bukti lainnya," papar  Irjen Syafril.

(Rid/Sumber)
Advertisement

TerPopuler