Polda Malut Gelar Rakor Lintas Sektoral, Operasi Ketupat Kieraha 2020 -->

Polda Malut Gelar Rakor Lintas Sektoral, Operasi Ketupat Kieraha 2020

Sabtu, 25 April 2020, 10:22 WIB
Oleh Adan Pattisahusiwa
Advertisement



Reporter : Sadan



Maluku Utara, Policeline, Delinewstv - Menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 H Mendatang, Polda Malut Gelar Rapat Koordinasi lintas Sektoral dalam rangka Operasi Ketupat Kie Raha Tahun 2020 Polda Maluku Utara dengan tema "Membatasi/ Memutus/ Mencegah Penyebaran Covid-19 Serta Pengamanan Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H.




Rakor lintas sektoral ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Maluku Utara Kombes Pol. Lukas Akbar Abriari, S.I.K., M.H., yang dihadiri oleh Mewakili Gubernur Maluku Utara Sekda Prov. Malut, mewakili Danrem 152/Babullah Kasi Ops Korem 152/ Babullah Ternate, Danlanal Maluku Utara, Pejabat Utama Polda Malut, Kadishub Prov Malut, Kadis Kesehatan Prov malut, Kadis Perindag Prov malut, Kasat pol PP Prov Malut, Ka. Basarnas Prov Malut, Kadis Damkar Ternate, Ka BPTD Wil. XXIV Prov. Malut, KadisTata Kota ternate, Ketua Organda Kota Ternate, Manager ASDP Malut, Direktur PT. Pelni Malut, Pimpinan PT. Angkasa Pura Malut, Kepala BMKG Ternate, Kepala PT Jasa Raharja Cab. Malut, Kepala Divisi Bulog Prov. Malut, Kepala PLN Cabang Ternate, Operation Head Pertamina TBBM Malut, dan Ka Kandepag Prov Malut.



Adapun Hasil dari Rakor Lintas sektoral ini yaitu, dalam beribadah dibulan suci Ramadhan Masih diperbolehkan sholat 5 waktu, terawih dan sholat jumat di masjid dengan tetap jaga jarak dan pakai masker, kemudian Tidak diperbolehkan mudik/ diberlakukan Larangan Mudik.




Sedangkan Untuk Transportasi Laut akan Adanya  pembatasan jadwal  kapal, jika ada tambahan trip bisa dibantu Satgas di lapangan, sedangkan apabila ada Informasi jadwal keberangkatan kapal dan kapasitas angkut penumpang maupun barang akan di sosialisasikan lebih awal kepada masyarakat. Kemudian juga akan dilakukan  pembatasan akses masuk ke Kota Ternate melalui pelabuhan, dan bagi angkutan penumpang akan dibatasi tetapi untuk logistik tidak ada batasan,  Sesuai SK Gubernur Malut, pelayanan penyebrangan pelabuhan lokal masih diperbolehkan dengan batasan 50% penumpang 



Dalam Rakor ini juga Penjualan takjil masih diperbolehkan dengan tetap jaga jarak (physical distancing) dan gunakan masker, serta  Apabila dilakukan Karantina dimasing-masing daerah maka akan disesuaikan dengan anggaran pemda.
Advertisement

TerPopuler