Sadis! Sebelum Dibunuh Siswi SMP Diperkosa Dua Kali -->

Sadis! Sebelum Dibunuh Siswi SMP Diperkosa Dua Kali

Rabu, 08 April 2020, 02:29 WIB
Oleh Redaksi Net24Jam
Advertisement
Ilustrasi

OKU, POLICELINE - Seorang siswi SMP Negeri di Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan, tewas secara mengenaskan setelah diperkosa oleh kakak pembina pramuka di sekolahnya. Sebelum tewas, korban diperkosa terlebih dahulu.

Mayat korban ditemukan di hutan tidak jauh dari lokasi sekolahnya. Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis itu lewat chat korban di Facebook.

Peristiwa bermula dari percakapan via Facebook Messenger, pada  Kamis (2/4/2020) lalu sekira pukul 19.00 Wib.

Terdapat dalam isi chat Facebook tersebut, pelaku memberitahukan kepada korban untuk datang esok harinya ke sekolah guna latihan pramuka sekira pukul 09.00 Wib.

"Motifnya memang mau diperkosa dengan modus korban disuruh datang untuk latihan pramuka," kata Kapolres Ogan Komering Ulu AKBP Arif Hidayat Ritonga, Selasa (7/4/2020).

Kemudian, korban langsung datang ke lokasi dan menuju ke aula yang berada di belakang sekolah.

"Lalu tidak lama kemudian pelaku datang ke aula dan keduanya bertemu. Korban pun langsung diajak menuju ke lapangan olahraga," ungkap Kapolres.

Setelah tiba di lapangan olahraga, pelaku menyuruh korban untuk berbalik membelakangi.

"Pelaku mengambil kayu yang ada disekitar tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung memukul kepala bagian belakang korban hingga pingsan," kata AKBP Arif Hidayat.

Dalam kondisi tak sadarkan diri, lanjut Kapolres, lalu korban dibawa pelaku dengan cara diangkat menuju hutan dekat lapangan olahraga.

"Disitu pelaku mengikat mulut dan menutup mata korban dengan dasi kemudian diperkosa sebanyak dua kali sebelum dibunuh," ujarnya.

Mayat RN (korban-red) yang masih berusia 12 tahun itu dibunuh oleh guru Pramuka sekolahnya sendiri berinisial AS. 

Sebelum ditemukan tewas terbunuh di area hutan dekat lapangan olahraga Desa Tebing Kampung, siswi SMP itu diperkosa dua kali oleh pelaku.

"Jasad korban, warga Desa Tubohan, Kecamatan Semidang Aji ini ditemukan di bawah bangku di kawasan hutan bekisar 1 kilometer dari SMP Negeri 10 pada Jumat (3/4/2020) sekira pukul 13.00 Wib," tutur AKBP Arif.

Berdasarkan keterangan tim medis, lanjut dia, di tubuh korban banyak mengalami luka tusuk seperti tusukan obeng dan kayu di bagian rusuk dan di payudara serta bekas jeratan tali di bagian leher hingga korban meninggal dunia.

"Saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya.

(Rd)
Advertisement

TerPopuler