Kendaraan Travel Yang Nekad Membawa Pemudik Dikenakan Ancaman Pidana -->

Kendaraan Travel Yang Nekad Membawa Pemudik Dikenakan Ancaman Pidana

Senin, 11 Mei 2020, 16:04 WIB
Oleh Gugun Marpaung
Advertisement

Jakarta, Policeline - Pernyataan dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, bagi kendaraan travel yang nekat membawa penumpang mudik terancam pidana 1 (satu) tahun penjara atau denda Rp100 juta. Aturan penegasan ini, kata Monardo, telah diatur dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Berikut isi dari Pasal 93 menyebutkan, setiap orang yang melanggar ketentuan kekarantinaan kesehatan dapat dipidana penjara paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak Rp100 juta.

"Kami dapat informasi sejumlah travel yang berusaha menjaring pemudik untuk pulang. Kalau ini ketahuan dan membahayakan masyarakat di kampung, mereka yang melanggar bisa dikenai Pasal 93 UU 6 Tahun 2018, yakni pidana dan denda," ujar Monardo dalam jumpa pers melalui siaran langsung akun Instagram Sekretariat Kabinet, (11/5/2020).


Himbauan dari Monardo, bahwa pemerintah tetap melarang masyarakat mudik meski terdapat kebijakan melonggarkan operasional transportasi umum. Larangan itu semata dilakukan untuk menekan laju penyebaran virus corona (Covid-19).

"Sekali lagi kita harus sayang dengan diri kita dan keluarga. Kalau kita sayang keluarga di kampung maka jangan mudik dulu, cukup lebaran virtual. Saya yakin kalau sabar dan disiplin kita segera memutus mata rantai penularan dan memulai hidup normal," katanya.

Di informasikan pada bulan Mei lalu, sejumlah kendaraan travel terciduk karena kedapatan membawa pemudik keluar dari Jabodetabek. Kemudian petugas Ditlantas Polda Metro Jaya mengambil tindakan tegas yakni menilang kendaraan dan meminta agar kendaraan itu memutar balik. Diketahui kendaraan travel itu hampir rata-rata mengangkut penumpang sebanyak lima orang dengan pelat nomor kebanyakan dari luar Jakarta.


Dengan adanya larangan mudik sejak tanggal 24 April 2020, Ditlantas Polda Metro Jaya juga telah menangkap berbagai jasa kendaraan travel gelap yang nekat membawa pemudik. Diketahui adanya tim khusus yang dibentuk untuk mengawasi praktik kendaraan travel gelap yang masih beroperasional selama larangan mudik diberlakukan.



(Red/Cnn)
Advertisement

TerPopuler