Panah Beracun Menembus Dada, Pihak Korban Minta Polisi Tangkap Genjot Cs -->

Panah Beracun Menembus Dada, Pihak Korban Minta Polisi Tangkap Genjot Cs

Kamis, 21 Mei 2020, 01:38 WIB
Oleh Bern
Advertisement
Dianggap Janggal, BPI KPNPA RI Adukan Kasus Tersebut ke Kapoldasu


Panah Beracun Menembus Dada, Pihak Korban Minta Polisi Tangkap Genjot Cs
Keluarga korban di ruang Irwasda polda Sumut (20/5)
Medan, Policeline – BPI KPNPA RI Apresiasi atas sikap tegas Kapoldasu melalui Irwasda Poldasu dalam menindaklanjuti aduan masyarakat keluarga almarhum Nasib Supriyadi (52) yang meminta keadilan hukum terkait belum ditangkapnya pelaku Pembunuhan alm Nasib Supriyadi sebagai Ketua Kelompok Tani Sedulur 2 Desa Saentis, Kec. Percut Sei Tuan , Kabupaten Deli Serdang Sumatra Utara.



Hal ini disampaikan Tubagus Rahmad Sukendar kepada Delinewstv dalam menindaklanjuti aduan masyarakat keluarga almarhum Nasib Supriyadi yang meminta keadilan hukum terkait belum ditangkapnya pelaku pembunuhnya, Rabu (20/05/2020) sekira 14:35 WIB.

Alm Nasib Supriyadi meninggal akibat panah beracun yang berukuran 10 inchi menembus dada usai dilakukan operasi di RSUP Adam Malik, Kamis (13/02/2020) sekira 07:30 WIB.

“Alm Nasib Supriyadi di panah yang diduga beracun oleh Suprapto alias Genjot dan kelompoknya di area ladang jagung milik Kelompok Tani Sedulur 2 di Desa Saentis Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada Rabu (12/02/2020) sekira pukul 12:30 WIB. Korban langsung dilarikan beberapa anggota Kelompok Tani Sedulur 2 ke RS Mitra Medika Tembung, selanjutnya pihak medis merujuk ke RS Pirngadi. Dikarenakan kurangnya perlengkapan bedah di RS Pirngadi, selanjutnya pihak medis RS Pirngadi merujuk ke RSUP Adam Malik sekira pukul 19:00 WIB. Dan usai dilakukan operasi mencabut panah yang diduga beracun yang berukuran 10 inchi yang menembus dada, sekira pukul 07:30 WIB, nyawa korban tidak terselamatkan (Meninggal),” kata Wagiono (39) selaku bendahara Kelompok Tani Sedulur 2 kepada Delinewstv melalui selular, Kamis (20/05/2020) malam.



Wagiono menambahkan, kejadian tersebut berawal Korban menegur pelaku yang menanam pohon pisang di semua wilayah perladangan Kelompok Tani Sedulur 2.



“Janganlah semua kalian tanam pohon pisang di perladangan ini (perladangan milik Kelompok Tani Sedulur 2), kalaupun mau kalian tanam jangan semua areal ini kalian ambil, kasihan tanaman jagung milik anggota,” sambung Wagiono meniru ucapan Korban kepada Pelaku Genjot cs.




“Kami warga Kelompok Tani Sedulur 2 dan seluruh warga, terkhusus keluarga korban mengharapkan agar Polisi menangkap segera Genjot cs Pelaku yang membunuh alm Nasib Supriyadi, dan bila perlu kakinya ditembak saja beri pelajaran, dikarenakan kerap membuat keresahan dan ketakutan warga akibat perbuatannya,” tegas Wagiono.


Terpisah, Rahmad Sukendar mengatakan, bahwa Irwasda Polda Sumut, KBP Drs Eko telah menyampaikan bahwa Kapolda sudah anttensikan agar Kapolrestabes Medan segera menangkap pelaku Suprapto alias Genjot dan Sofian alias EO yang sampai saat ini masih berkeliaran di wilayah Percut Sei Tuan dan kembali melakukan perbuatan tindak pidana penganiayaan dan perampasan HP pada hari Selasa 19 Mei 2020 dan sudah dilaporkan Ke Polsek Percut Sei Tuan. 




Hingga berita ini diturunkan, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Ronny Nicolas Sidabutar enggan menjawab perkembangan kasus tersebut saat dikonfirmasi Delinewstv melalui pesan whatsapp, Rabu (20/05/2020) siang.

(Red)
Advertisement

TerPopuler