Polres Rohil Lakukan Penyidikan Penyunatan BLT -->

Polres Rohil Lakukan Penyidikan Penyunatan BLT

Minggu, 31 Mei 2020, 17:05 WIB
Oleh Bern
Advertisement
Warga masyarakat yang sedang berkumpul
Kubu, Policeline - Terkait keluhan dari masyarakat Sungai Majo Pusako Kecamatan Kubu Babussalam Kabupaten Rokan Hilir Riau, dalam bentuk Bantaun BLT DD yang  di duga Kepala Desa Sungai Majo Pusako menyunat dana bantaun tunai Covid 19 berbentuk uang, yang diberi kepada masyarakat senilai Rp 300.000. Mendapatkan perhatian serius Polres Rohil.

Sementara itu Polres Rohil yang mendatangi tempat kediaman Kepala Desa Sungai Majo Pusako pada sore Sabtu sekira pukul 02 : Wib 30 Mei 2020. oleh Tepikor Sat Reskirm Polres Rohil yakni  IPDA K.F Sidabutar, begitu gegas mengintrogasi kepala desa Sungai Majo Pusako dihadapan perangkat desa, masyarakat dan awak Media.

Terlihat pada suasana yang berlangsung, pada saat introgasi tampak memanas sehingga Kanit Tipikor IPDA K.F Sidabutar dan Brigadir Cipta Tambak, terlihat  jeli dan tegas mengintrogasi Kepala Desa yang diduga menyunat BLT DD hingga memakan waktu 8 jam yang pada akhirnya, Kepala desa Sungai Majo Pusako digiring Ke kantor Polsek Kubu untuk penyidikan lebih lanjut, hingga memakan waktu 4 jam.

Sementara itu. Kepala Desa Sungai Majo Pusako pada saat digirng ke Kantor Polsek Kubu, terlihat hampir ratusan masyarakat ikut menggiringi juga Kepala desa yang diduga menyunat BLT DD itu tersebut di kantor Polsek Kubu.

"Untuk info lebih lanjutnya konfirmasi kepada humasnya langsung, saya masih satu gawang dengan humasnya," kata IPDA K.F Sidabutar kepada awak media pada saat meninggalkan kediaman Kepala Desa Sungai Majo Pusako.

Sementara itu pada saat introgasi berlanjut di kediaman Safrzal B. Kepala Desa Sungai Majo Pusako, mengatakan kepada Tipikor Res Rohil bahwa bantuan BLT DD itu yang di berikan kepada sebanyak  27 KK sebesar Rp 300. 000 bentuk pinjaman kepada masyarakat atas kesepakatan bersma kepada BPKep dan perangkat desa.

"Dana yang di keluarkan itu senilai Rp 300.000 itu hanya lah sifat pinjaman, yang pada saat itu sebagian masyarakat terus meneror kapan keluarnya uang dana BLT DD itu. Sementara itu kita belum singkoronisasi data penerima BLT DD, nah maka dari itu kami membuat kesepakatan untuk membantu warga, kami bikin berbentuk pinjaman, demi kenyamana bersama untuk menghadapi lebaran," kata Pengakuan Safrizal B. Kepala desa Sungai Majo Pusako.

Terpisah dikatakan perwakilan salah satu masyarakat yang mengaku korban terkait pembagian BLT DD yang diduga tidak sesuai, mengaku, kasus yang sifat merugikan masyarakat harus di tuntas.

"Saya Muhammad Rozali mewakili dari masyarakat, untuk kasus yang ini, kepada Kapolres Rokan Hilir berharap harus di tindak lanjuti,"tutut Muhammad Rozali.

(Rom/Red/Rel)
Advertisement

TerPopuler