Bripka Abdul Kadir Dari Hobby Hingga Menembus Pasar Asia -->

Bripka Abdul Kadir Dari Hobby Hingga Menembus Pasar Asia

Sabtu, 13 Juni 2020, 11:03 WIB
Oleh Bern
Advertisement
Foto : Wancu dan tambak budidaya kerang batunya

Medan, Policeline - Berawal menyalurkan hobby dengan ketekunan serta keberanian, Bripka Abdul Kadir Nasution anggota Kepolisian yang bertugas di Dit Polair Polda Sumut berhasil menembus market Asia,  atas usaha budidaya kerang batu yang dimilikinya.

Bripka Abdul Kadir Nasution dengan panggilan akrabnya Wancu berhasil menembus pasar Asia seperti Malaysia, Thailand bahkan hingga ke China

Disambangi awak media, keberhasilan yang diprolehnya dari hasil pengetahuan secara otodidak. Sembilan tahun berlalu berawal pemberian kawan yang kecil-kecilan mencoba membudidayakannya

" Berawal pemberian kawan sembilan tahun yang lalu, dengan kecil-kecilan saya mencoba membudidayakannya, dan saat itu hasilnya tak lalu dijual," ucap Wancu.

Tak putus asa, Wancu mencoba menabur bibit tersebut di sebuah lahan bekas abrasi pantai," katanya. Namun Eksperimen pertama tersebut tak membuahkan hasil.

Kerang yang ia tabur perlahan-lahan mati karena panasnya lumpur dan air laut." Saya pelajari secara otodidak, saya memberanikan diri menggunakan bibit yang lebih besar. Alhamdulillah berhasil," jelasnya. Saat budidayanya semakin berkembang, Abdul kemudian mulai mencari tempat penampungan kerang yang ia hasilkan.

"Saya pertama kali tawarkan ke para penampung kerang. Mereka awalnya tak percaya saya bisa budidaya kerang dengan model tambak seperti ini. Namun setelah melihat ke lokasi, mereka memesan kerang saya sebanyak 200 kilo," tambahnya.

Menurut Abdul, setelah 9 tahun berjalan kini budidaya kerangnya dapat menghasilkan ukuran kerang yang besar.

Saat panen, kerang hasil budidaya Abdul sudah mencapai hitungan ton. Ia juga turut menggandeng masyarakat sekitar Jalan Young Pana Hijau Lingkungan 5 Gang Antara, Kelurahan Labuhandeli, Medan Marelan, dengan membangun kelompok nelayan.

"Jika panen kami beserta 30 orang masyarakat akan melakukan proses hingga penimbangan. Kami pernah menembus ekspor hingga 2,7 ton sekali kirim," jelasnya. Abdul menjelaskan, saat ini ia menyerahkan budidaya kerang tersebut agar dijalankan oleh masyarakat setempat untuk membantu perekonomian masyarakat.

"Saya menjalani rutinitas biasa sebagai polisi dan menggandeng masyarakat dalam budidaya ini. Saya melakukan support untuk masyarakat apalagi saat ini sedang pandemic covid -19. Ini juga sebagai program ketahanan pangan untuk membantu masyarakat ," ucapnya. banyak agen yang mencari kerang hasil budidaya yang dirintisnya. Tak jarang para agen tersebut menyalurkan kerang-kerang itu ke pasar internasional.

"Saya tak segan berbagi ilmu kepada kawan kawan yang akan menjelang masa purnatugas untuk mengembangkan budidaya seperti ini," jelasnya.

Ke depan, Abdul kini menanam bibit mangrove untuk mengembangkan budidaya kerangnya. Ia juga melibatkan masyarakat dalam penanaman mangrove ini.

(Red/Apakabar)
Advertisement

TerPopuler