Soal Pembunuhan Darwin Sitorus, Istri Korban Minta Kapoldasu Tegakkan Keadilan -->

Soal Pembunuhan Darwin Sitorus, Istri Korban Minta Kapoldasu Tegakkan Keadilan

Jumat, 05 Juni 2020, 14:11 WIB
Oleh Redaksi Net24Jam
Advertisement

Medan, PolicelineSeorang ibu rumah tangga (IRT), Heni Sihotang, warga Kabupaten Batu Bara, kembali mendatangi Bidang Propam Poldasu, Kamis (4/6/2020) kemarin.

Sambil menggendong anak balitanya, wanita berbaju hijau tersebut berniat menanyakan perkembangan penyelidikan pengaduan kematian suaminya. 

Sebab, dia menilai penyidikan kasus kematian korban Darwin Sitorus yang dilakukan Polsek Indrapura tidak profesional karena masih banyak pelaku yang berkeliaran.

Menurut Heni, pembunuh suaminya secara bersama-sama dilakukan lebih dari 20-an orang. Namun, Polsek Indrapura hanya menetapkan empat tersangka. Sedangkan pelaku lainnya, setelah sempat diperiksa, kemudian dipulangkan.

Oleh karena itu, Heni meminta keadilan dan berharap Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin untuk menjadikan kasus pembunuhan suaminya Darwin Sitorus diusut hingga otak atau dalangnya. 

"Saya datang lagi ke Propam Polda ini untuk meminta keadilan karena masih banyak pelaku pembunuhan suami saya yang berkeliaran. Saya minta keadilan ditegakkan untuk kami rakyat miskin ini," ujar Heni sambil menyeka air matanya.

Namun, kedatangan Heni Sihotang ke Bid Propam Polda Sumut tidak sesuai dengan harapannya. Sebab, penyidik Propam yang menerima pengaduannya sedang tidak berada di kantor. Dia diminta datang lagi pada Senin mendatang.

Di halaman gedung Bidang Propam Poldasu, Heni berkeluh kesah kepada awak media. "Pengaduan saya sudah tiga bulan ke Propam, namun sampai sekarang saya belum dapat hasil," kesalnya.

Menurut warga Desa Aras Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara ini, pengaduan yang dilakukannya ini karena adanya dugaan kecurangan yang dilakukan oknum anggota Polsek Indrapura yang menangani kasus pembunuhan suaminya.

Wanita 41 tahun ini menyebutkan, dalam menangani kasus pembunuhan yang menimpa suaminya Darwin Sitorus, pihak Polsek Indrapura hanya menetapkan 4 tersangka. Namun, menurutnya, suaminya tewas dihajar belasan orang.

"Sampai sekarang belum ada kejelasan kasus pembunuhan suami saya. Katanya sudah ditahan. Tapi mana, masih banyak yang berkeliaran," ketus dia.

Menurut dia lagi, diduga para pelaku yang berkeliaran itu sempat ditahan pihak Polsek Indrapura. "Dua sampai tiga hari sudah keluar. Kita lengkap buktinya," jelas Heni.

Dengan kedatangannya ke Mapoldasu ini, dia berharap Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin dapat menindak anggotanya yang diduga tidak serius menangani kasus kematian suaminya.

"Saya berharap kepada Kapolda Sumut agar ditegaskan. Jangan ada bermain-main. Capek loh pak saya tiap hari ke sini. Tapi tidak ada kejelasan. Apa hukum tidak bisa ditegaskan bagi kami orang yang kecil ini," sebut dia.

Sebelumnya, seorang ibu rumah tangga bersama beberapa anggota keluarganya mendatangi Kantor Bidang Propam Polda Sumut, Selasa (17/3/20). Kedatangan wanita bernama Heni Sitohang ini bertujuan untuk meminta keadilan atas kematian suaminya Darwin Sitorus yang jadi korban pembunuhan.

Seperti diketahui, keluarga Darwin Sitorus mengaku tidak puas terhadap rekontruksi kasus pembunuhan yang sudah digelar pihak Polsek Indrapura dan Kejari Batubara, Rabu (26/2/20) kemarin. Menurut mereka, jalannya rekontruksi tersebut tidak sesuai dengan fakta atau kejadian sebenarnya.

Istri korban, Heny boru Sitohang (41), mengungkapkan hal itu saat ditemui sejumlah awak media, Kamis (27/2/2020) lalu. 

Wanita itu mengaku kecewa karena sejumlah fakta yang ditemukan seusai pembunuhan suaminya itu tidak diungkap dalam rekonstruksi tersebut.

(Rid)
Advertisement

TerPopuler