Kapolres Pakpak Bharat Menyerahkan Sembako Bagi Guru Ngaji Se-Kabupaten Pakpak Bharat -->

Kapolres Pakpak Bharat Menyerahkan Sembako Bagi Guru Ngaji Se-Kabupaten Pakpak Bharat

Selasa, 14 Juli 2020, 14:41 WIB
Oleh M.Bakti Napitupulu
Advertisement


Salak, Policeline - Sebanyak 80 penyuluh agama atau guru ngaji di Kabupaten Pakpak Bharat mendapatkan bantuan berupa paket sembako dari kepolisian Polres Pakpak Bharat.
Bantuan tersebut diberikan untuk membantu mengurangi beban para guru ngaji selama masa pandemi Covid-19.

Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Alamsyah Parulian S.I.K.MH,  mengatakan, bantuan berupa paket sembako itu ditujukan kepada para penyuluh agama atau guru ngaji, khususnya yang berstatus non-aparatur sipil negara (ASN).

"Mereka juga terdampak oleh Covid-19, karena selama Ramadhan di Pakpak Bharat ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan banyak kegiatan keagamaan ditiadakan sementara" kata Kapolres, Selasa, 14 Juli 2020.

Selain membantu para penyuluh agama, Kapolres  menambahkan, polisi juga akan berusaha membantu seluruh warga Kota Salak dan sebagian warga Kabupaten Pakpak Bharat lain yang terdampak Covid-19.

Khususnya yang tidak mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah melalui sembilan pintu sumber bantuan yang ada.

"Kalau mungkin ada yang tidak mendapatkan bansos dari pemerintah, kita akan coba bantu," ungkap Kapolres.

Selama diberlakulan PSBB kegiatan masyarakat dibatasi untuk sementara dan wargapun diminta tidak keluar rumah jika tidak melakulan hal yang berkepentingan juga dianjurkan untuk melaksanakan ibadah dari rumah masing-masing selama PSBB.

Sedangkan para guru agama dapat melakukan kegiatan secara virtual. Kalaupun harus melakukan kegiatan tatap muka, harus menerapkan aturan jaga jarak atau physical distancing.

Saat penyerahan bantuan, Kapolres Pakpak Bharat didampingi oleh Kakemenag dan Ketua Mui Kabupaten Pakpak Bharat
Bantuan yang di berikan berupa beras 10 kg, sebanyak 4 karung / orang.

"Kita jangan terlena tetap utamakan protokol kesehatan, kita harus bersama sama menjaga wilayah ini untuk tetap berada dalam zona hijau, seluruh jajaran di desa dan aparatur keamanan selalu berkoordinasi dan bekerjasama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

“Semua saling berkerjasama tokoh agama dan masyarakat dan saya minta kerjasama warga buat jaga lingkungan masing-masing,” tandasnya.
Advertisement

TerPopuler