Sat Resnarkoba Polres Bongkar Sindikat Peredaran Ribuan Pil Psikotropika di Lahubanbatu -->

Sat Resnarkoba Polres Bongkar Sindikat Peredaran Ribuan Pil Psikotropika di Lahubanbatu

Selasa, 28 Juli 2020, 09:14 WIB
Oleh Adan Pattisahusiwa
Advertisement





Labuhanbatu, Policeline - Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu berhasil mengungkap Empat (4) tersanga peredaran ribuan butir pil psikotropika.



Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat melalui Kasat Resnarkoba, AKP Martualesi Sitepu kepada media ini Selasa (28/7/2020) mengatakan, pengungkapan kasus peredaran pil psikotropika itu berawal, petugas melakukan penangkapan terhadap MR alias Ridho (24) pada Rabu 22 Juli 2020 lalu, di tangan tersangka Ridho petugas berhasil mengamankan 21 butir pil Riklona Klonazepam (Psikotropika) golongan 4 bertempat d Hotel Nuansa Kota Rantau Prapat.





"Dari pengakuan tersangka Ridho kami kembangkan dan berhasil kami amankan tersangka kedua yakni ES alias Eko (23) salah seorang pegawai Honorrer di RSUD Kota Pinang, di tangan tersanga Eko kami amankan 50 butir pil Riklona Klonazepam (Psikotropika gol 4), " sambungnya.





Lanjut Martualesi, hasil dari pengembangan tersangka Ridho dan Eko, petugas berhasil menangkap salah seorang tersangka SDM (27) yang merupakan pegawai honorrer Apoteker yang menjadi pendamping di RSUD Pinang bagian Apoteker di tangan tersangka SDM petugas berhasil amankan barang bukti 2240 butir pil Atarax (Alprazolam) yang merupakan psikotropika gol 4 nomor 2 dan 40 butir pil Riklona Klonazepam psikotropika gol 4 nomor 30.







"Tersangka SDM di tangkap dirumahnya di Komplek Perumahan AA Residen Kota Pinang, " ucapnya.






Hasil introgasi SDM petugas mengintai tersangka ke 4 yakni ASH (26) Honorrer RSUD Kota Pinang, ASH berhasil di amankan pada Senin 27 Juli 2020 kemarin bertempat di kediaman mertuanya beralamat di Jl. Lintas Cikampak-Riau, dan tersangka ASH dan Eko berperan untuk menjual pil tersebut,dan di suplai oleh SDM yang merupakan seorang pegawai Apoteker di bagian RSUD.





" SDM yang menyediakan barangnya lalu di berikan kepada Eko dan ASH untuk di perjual-belikan kepada masyarakat, " jelasnya.







Menurut Martualesi, adapun total psikotropika yang berhasil disita sebanyak 2280 Obat Atarax, yang merupakan Psikotropika Gol 4 dengan sebutan Alprazolam no urut.2 di Permenkes RI NO.3 Th 2017 Tentang Perubahan Penggolongan Psikotropika dan sebanyak 111 Butir Obat Riklona merupakan Psikotropika Gol 4 no.urut 30 dengan sebutan Klonazepam.



"Sehingga total keseluruhan Psikotropika yang berhasil disita, yaitu sebanyak 2391 Butir serta ratusan butir obat keras lainnya, " paparnya.



Sementara itu, Kata Martualesi, pihaknya sudah mengintai kasus ini cukup lama, sekitar 1 tahun lebih dengan modus membeli dari penyedia obat dengan harga 1 strip berisi 10 butir dengan harga Rp 100.000 dan akan di jual ke konsumen dengan harga Rp 50.000 perbutir atau 1 strip seharga Rp 500.000.



"Terhadap kasus ini masih dilakukan penyelidikan kenapa sampai obat-obatan dari RSUD Pemerintah bisa beredar bebas tanpa ada resep dokter ataupun izin. dan  ke 4 tersangka telah melanggar pasal 60 Ayat 3 dan 4 UU RI NO.5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika YO PERMENKES RI NO.3 Tahun 2017 Tentang Perubahan Penggolongan Psikotropika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, " tegasnya.



Reporter : Rahmad
Advertisement

TerPopuler