Sat Resnarkoba Polres Labuhanbatu Ringkus Dua Pengedar di Kampung Narkoba Sei Berombang -->

Sat Resnarkoba Polres Labuhanbatu Ringkus Dua Pengedar di Kampung Narkoba Sei Berombang

Rabu, 15 Juli 2020, 17:02 WIB
Oleh Adan Pattisahusiwa
Advertisement




Labuhanbatu, Policeline - Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu, berhasil meringkus dua pengedar narkoba di kampung Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir pada Rabu (15/7/2020)





Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu kepada media ini mengatakan, Dalam pengerebekan tersebut polisi berhasil mengamankan dua orang pengedar narkoba masing-masing bernama Jailani (34) dan Dedy Rahman Lubis (21), dari tangan Jailani (pelaku) polisi menyita barang bukti 2 (dua) klip sedang berisikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 1,33 gram, 4 (empat) klip kecil berisikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,63 gram, 1 (satu) unit HP Nokia dan uang hasil penjualan sebesar Rp 400 ribu.




Kemudian di tangan pelaku kedua Dedy Rahman polisi menyita 1 (satu) klip sedang berisikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,29 gram, 1 (satu) buah sekop plastik, senjata air soft gun jenis revolver dan senapan angin. 






"Benar, semalam Tim menggerebek kampung narkoba Sei Berombang dan kedua pelaku ini di duga menjalankan barang haram di wilayah Labuhanbatu, sebab apa, di tangan pelaku kami menemukan senjata api, " katanya.





Lanjut Martualesi, kronologis penangkapan bermula pada hari Senin (13/7/2020), sekira pukul 22:00 WIB. Personel Satuan Reserse Narkoba bergerak menuju Sei Berombang menindaklanjuti keresahan masyarakat akan peredaran narkoba di Jalan Kampung Baru, Desa Sei Sakat dan Kelurahan Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu yang berjarak sekitar 200 KM dari kota Rantauprapat yang ditempuh 4 jam perjalanan. 






Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pesonelnya masih menulusuri keberadaan kedua pelaku dan pada hari ini Rabu 15 Juli 2020 sekitar pukul 09.30 WIB, personel sat narkoba sudah mengetahui keberadaan tempat tinggal keduanya pelaku yang sudah di targetkan, saat melakukan penggrebekan petugas berhasil mengamankan keduanya serta barang bukti.





" kami saat melakukan penangkapan itu didampingi Kepling setempat dilakukan penggeledahan badan dan penggeledahan di dalam rumah pelaku Jailani dengan hasil di temukan 4 (empat) klip kecil narkotika jenis sabu-sabu dan uang sebasar Rp 400.000 di kantong celana sebelah kanan dan 2 (dua) klip sedang di bungkus kotak rokok sempoerna di kantong kiri depan saudara Jailani serta 1 (satu) unit HP Nokia, 






Dan dari tersangka Dedy Rahman Lubis ditemukan 1 plastik klip sedang berisikan kristal diduga narkotika jenis sabu-sabu yang diduga dilemparkannya. Hasil interogasi terhadap tersangka Jailani yang sudah punya anak 2 orang menerangkan sudah lebih dari setahun mengedarkan narkoba jenis sabu dengan setiap hari menjual 2 hingga 3 gram dengan keuntungan dari membeli sabu setiap gram nya seharga Rp.850.000 dan kembali menjualnya seharga Rp.1.200.000 dengan keuntungan Rp.350.000 setiap gram, " ungkapnya






Menurut Martualesi, pelaku Deddy Rahman Lubis adalah kurirnya yang selalu mengantarkan sabu-sabu jika ada pembeli dan pelaku Jailani melaut menjual sabu-sabu kepada para nelayan yang menjadi pelanggannya.




Sementara itu, dari keterangan pelaku Jailani, petugas mengantongi nama Bandarnya berinisial M yang merupakan warga Lorong 5 Kecamatan Panai Hilir, setelah mendengarkan keterangan Jailani polisi langsung bergegas ke rumah M selaku bandar, saat melakukan penggrebekan rumah bandar narkoba susah tidak ada orangnyan, poliso melakukan penggeledahan berhasil menemukan 1 plastik klip berisikan kristal di duga narkotika dan senjata api air soft gun merek revolver di dalam rumah.



" Kami masih melakukan pengejaran terhadap M yang merupakan bandara, karena di rumahnya kami menemukan narkoba dan senjata api, " tegasnya.




Kedua pelaku dengan barang bukti diamankan ke Mapolres Labuhanbatu guna di tindaklanjuti, dan keduanya di tetapkan sebagai tersangka dan di kenakan pasal 114 subsider 112 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara.


Reporter : Rahmad
Advertisement

TerPopuler