Dua Orang Tangkapan Polisi Diserahkan ke BNNK Labuhanbatu, Berikut Penjelasannya -->

Dua Orang Tangkapan Polisi Diserahkan ke BNNK Labuhanbatu, Berikut Penjelasannya

Senin, 13 Juli 2020, 00:54 WIB
Oleh Uban
Advertisement
Rantauprapat, Policeline -

Foto : Gelar perkara terkait penangkapan dua orang warga Panai Hilir di Mapolres Labuhanbatu
R.Prapat, Policeline – Personel Polsek Panai Hilir Res Labuhanbatu menggrebek salah satu rumah kosong di Lingk V Kelurahan Sei Berombang Kec.Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu pada pada hari Rabu (1/7/2020) lalu sekira 05:00 WIB.


Pada saat penggrebekan, polisi berhasil mengamankan dua warga Panai hilir, masing-masing Martha Ulina Napitupulu (28) dan Ahmad Fadli (17), terkait dugaan kasus narkotika.

Selanjutnya kedua warga Panai Hilir tersebut diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Labuhanbatu Utara.   

Penggrebekan tersebut berkat informasi warga, rumah kosong tersebut kerap dijadikan tempat pesta narkotika.

"awalnya personil Polsek Panai Hilir mendapat informasi bahwa di rumah kosong tersebut sering dijadikan tempat berpesta narkoba, saat itu personil Polsek mengamankan Fadli di teras rumah dan Jenni sedang tertidur, sementara ada empat orang melarikan diri dari lokasi tersebut, setelah itu di lakukan penggeledahan dan ditemukan satu plastik klip berisi kristal di duga narkotika jenis sabu, satu buah mancis dan satu buah alat hisap shabu berupa bong di bawah tikar,” ucap Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi, Senin (13/8/2020) Kepada wartawan.

Selanjutnya kedua orang tersebut diamankan sebagai saksi untuk di mintai keterangannya oleh penyidik pembantu di Polsek Panai Hilir.

"Setelah di amankan kedua orang ini di bawa ke Mapolsek Panai Hilir untuk dimintai keterangannya, dan saat di introgasi keduanya tidak mengakui barang bukti yang ditemukan adalah milik mereka dengan alibi bahwa saat Polisi menggrebek ada 4 (empat) laki laki yang melarikan diri" papar Kasat.

Masih kata AKP Martualesi, selanjutnya kedua orang ini di bawa ke Sat Res Narkoba Polres Labuhanbatu untuk dilakukan gelar perkara membuktikan mereka sebagai tersangka.

"Setelah di bawa ke satres narkoba, kemudian kita lakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka kepada dua orang tersebut yang di pimpin oleh KBO IPTU P.Purba yang dihadiri Aiptu Izhar (Paminal), Aipda C.Rajaguk Guk (Paur Bankum), Penyidik Pembantu Sat Narkoba dan Penyelidik Polsek Panai Hilir Aiptu Rinto Siahaan dan Brigadir P.Hamdani Ritonga itu tidak dapat membuktikan bahwa keduanya memiliki barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,06 gram serta alat hisap yang ada di lokasi TKP," ujar Kasat.

Namun begitu lanjut kasat, kedua orang tersebut terbukti positif methapetaminesetelah di lakukan test Urin.
"Setelah di test urine kedua terbukti positif mengandung methapetamine, sehingga dari hasil gelar perkara diputuskan keduanya diserahkan ke BNNK Labura," jelas Kasat

Kasat Res narkoba AKP Martualesi juga mengklarifikasi bahwa kedua orang tersebut belum ditetapkan sebagai tersangka dan masih dalam pemeriksaan sebagai saksi, Sehingga bisa dilakukan rehabilitasi terhadap kedua orang tersebut. "Keduanya masih sebagai saksi, belum tersangka, setelah di lakukan gelar perkara keduanya tidak terbukti memiliki barang bukti sabu seberat 0,06 gram tersebut, sehingga kita merekomendasikan agar mereka di rehabilitasi ke BNNK Labuhanbatu Utara sebab saat di test Urin terbukti mengandung methapetamine," pungkasnya.

(Uban)

Advertisement

TerPopuler