Unit II Tim Elang Satresnarkoba Polres Ternate Berhasil Tangkap Narapidana Pemilik 2,7 Kilo Ganja Kiriman Dari Aceh -->

Unit II Tim Elang Satresnarkoba Polres Ternate Berhasil Tangkap Narapidana Pemilik 2,7 Kilo Ganja Kiriman Dari Aceh

Selasa, 04 Agustus 2020, 09:34 WIB
Oleh Adan Pattisahusiwa
Advertisement






Ternate, Policeline - Unit II Tim Elang Satresnarkoba Polres Ternate berhasil menangkap satu Narapidana (Napi) Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jambula Ternate, Berinisial IM alias Ispot (33) pada Jumat 29 Juni 2020 lalu.



Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada, didampingi Kasat Narkoba AKP Badrun Syaban dan KasubagHumas Ipda Wahyuddin, dalam keterangan pers, senin (3/8/2020) menyebut, tersangka IM merupakan pemilik narkotika golongan satu jenis ganja yang dikirim dari Aceh melalui kantor pos Cabang Bastiong Ternate dengan berat 2,7 kilo pada 30 Juni 2020 lalu.





“Unit II Tim Elang di bawa komando Bripka Farid Muslim berhasil menangkap Ispot dan dia ini merupakan pemilik ganja 2,7 yang kita amankan beberapa bulan lalu, IM yang merupakan Napi di Lapas kelas II A Ternate diduga melakukan komunikasi dengan dua kurir masing-masing berinisial MH dan RB yang diringkus Satresnarkoba sebelumnya,” ungkapnya.




Lanjut Aditya, tanggal 29 Juni 2020 kurir dari jasa pengiriman PT Kantor Pos Indonesia Cabang Bastiong menelpon IM bahwa barang kiriman sudah sampai, selanjutnya IM menelpon MH untuk mengambil barang tersebut di kantor Pos Cabang Ternate.




“Dari penangkapan IM, anggota langsung melakukan penyelidikan dan memintai keterangan terhadap IM, alhasil yang bersangkutan mengakui barang tesebut merupakan barangnya yang dikirim dari Aceh,” jelasnya



Menurut Aditya, dari hasil pemeriksaan, IM mengakui bahwa dia yang menyuruh MH untuk mengambil kiriman di Kantor Pos.





“Tersangka IM akan kembali menjalani masa hukuman setelah masa hukuman lamanya selesai dijalankan,” terangnya



Sementara itu, atas perbuatan itu, tersangka dikenakan pasal 111 ayat (1), Pasal 111 ayat (2), Pasal 114 ayat (2) dengan ancaman hukuman paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.



Reporter : Sadan
Advertisement

TerPopuler