Ditresnarkoba Polda Malut Bongkar Narkoba Jaringan Lapas Sungguminasa dan Ternate -->

Ditresnarkoba Polda Malut Bongkar Narkoba Jaringan Lapas Sungguminasa dan Ternate

Senin, 21 September 2020, 18:53 WIB
Oleh Adan Pattisahusiwa
Advertisement







Ternate, Policeline - Paket kiriman narkotika golongan satu jenis sabu milik Antot salah satu napi di Lapas kelas IA Sungguminasa, Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan beserta beserta kurir dengan insial DS alias Sinta (26) diringkus Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku Utara (Malut).






Diketahui, Antot yang merupakan naparidana pindahan dari Lapas kelas IIA Ternate ke Lapas Narkotika Sungguminasa itu diketahui setalah DS alias Sinta (26) tertangkap di kediamannya yang bertempat di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Ternate Tengah, Provinsi Maluku Utara.



Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Malut, Kombes (Pol) Setiadi Sulaksono, dalam press release Senin (21/9/2020) mengatakan, penangkapan terduga tersangka penyalahgunaan narkotika golongan satu tersebut merupakan hasil pengembangan dari informasi atau laporan masyarakat yang diterima.





Lanjut Setiadi, paket kiriman Antot yang merupakan Napi Lapas Sungguminasa itu diamankan setalah anggota melakukan Control Delevary terhadap AN alias Apin dan A yang selanjutnya paket tersebut diberikan ke Sinta.




“Terlapor Apin yang kita amankan itu dia hanya disuruh untuk mengantarkan paket itu ke salah satu wanita yang sudah ada komunikasi dengan Antot, tetapi yang menerima barang itu adalah salah satu perempuan berinisial A yang masih dibawah umur, kemudian kita ikuti dan barang itu diberikan ke Sinta,” ungkapnya.




Menurut Setiadi, dari tangan Sinta, anggota mengamankan paket sabu milik Antot berupa empat sachet sedang narkotika jenis sabu dengan berat 197,39 Gram yang di simpan di dalam tempat pelumas (Gemu-red), satu seprei warna kuning, tiga sarung bantal, dua sarung, lima celana pendek, dua baju kaos dan satu HP.





“Modus pengiriman barang yang dimasukan dalam pelumas atau gemu ini merupakan modus baru yang kita bongkar,” jelasnya.






Kata Setiadi, selain paket Antot beserta kurirnya di amankan, anggota juga mengamankan 2 terduga tersangka lain yang diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polda Malut dengan inisial masing-masing, FIT alias Fitrah dan AP alias Ardi.




“FIT saat ini masih berada di lapas kelas II jambula Ternate,” tegasnya.



Penagkapan terhadap FIT Napi Lapas Ternate ini, menurut Setiadi, setelah anggota menagamankan RAS sesuai dengan alamat dan penerima paket yang dikirim melaui jasa pengiriman JNE.





“Paket ini memang yang terima sesuai dengan penerima, tetapi dari hasil pemeriksaan RAS yang bersangkutan mengakui bahwa paket tersebut milik FIT yang saat ini berada di dalam Lapas Ternate,” akunya. 





Dari infromasi tersebut, anggot langsung melakukan pemeriksaan terhadap FIT di Lapas dan yang bersangkutan mengakui bahwa paket tersebut merupakan paket miliknya.




“Kita lakukan pengembangan di Lapas kelas IIA Ternate untuk mencari keberadaan terlapor dan setelah menemukan terlapor, kita langsung interogasi awal dan terlapor mengakui bahwa 1 paket yang berisi 3 sachet sabu adalah miliknya, selanjutnya terlapor langsung dibawa dan diamankan ke kantor Ditresnarkoba Polda untuk dilakukan proses hukum,” tegasnya lagi.



Sementara itu, untuk tersangka AR alias Ardi diringkus  di saat mengambil paket kiriman yang diduga berisi ganja di salah satu jasa pengiriman JNE, kelurahan Stadion Ternate Tengah.




“Dari tangan AR, anggota mengamankan barang bukti berupa, satu paket besar yang diduga berisi ganja kering dengan berat 1,1 kilo beserta satu HP,”katanya.



Saat ini menurut orang niomor satu di Ditresnarkoba Polda Malut, para terduga tersangka masih diamankan di Mapolda Malut untuk dilakukan pengembangan lanjutan.




“Atas perbuatan tersebut, para terduga tersangka ini dijerat dengan pasal 111 Ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) serta Pasal 112 Ayat (2) dan Pasal 114 Ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” tutupnya.




Reporter : Sadan


Advertisement

TerPopuler