IWO Kota Ternate Mengutuk Keras Kekerasan dan Intimidasi Terhadap Wartawan Saat Peliputan -->

IWO Kota Ternate Mengutuk Keras Kekerasan dan Intimidasi Terhadap Wartawan Saat Peliputan

Selasa, 20 Oktober 2020, 18:11 WIB
Oleh Adan Pattisahusiwa
Advertisement







Ternate,policeline - Ikatan Wartawan Online Kota Ternate mengutuk keras atas tindakan Kekerasan dan Intimidasi dari oknum Kepolisian terhadap Wartawan saat melaksanakan tugas peliputan unjuk rasa Penolakan UU Omnibus Law di depan kantor Walikota Ternate pada Selasa (20/10/2020).




Amatan media ini, Selasa 20 Oktober 2020 sempat terjadi adu mulut hingga kontak fisik karena adanya saling mendorong antara sejumlah wartawan dan aparat kepolisian.



Berawal ketika wartawan hendak mengambil gambar dan video pada saat aksi, kemudian ada salah satu massa aksi yang ditangkap dan diamankan polisi dilantai 2 kantor Wali kota. Wartawan yang juga ikut ke lantai 2 untuk kepentingan mengambil dokumentasi dilarang oleh polisi dan polwan yang berjaga dengan alasan tidak bisa mengambil gambar maupun video, kemudian wartawan diusir.



Tidak mau bermasalah, sejumlah wartawan pun turun dari tangga, namun secara spontan beberapa polisi mendorong wartawan yang notabene sedang melakukan pekerjaan dan menggunakan ID Card. Meski dalam insiden tersebut ada wartawan perempuan, namun polisi tetap mendorong wartawan hingga akhirnya terjadi adu mulut hingga tarik menarik dan saling mendorong.



Salah satu wartawan Halmaherapost.com Yunita Kadir sempat menjadi korban dalam insiden tersebut, padahal dirinya mengaku sudah berteriak dan mengatakan bahwa ada wartawan perempuan namun hal tersebut tidak diindahkan polisi dan alhasil salah satu polisi yabg mendorong mengenai lengan dan bagian dada wartawati tersebut.



Humas IWO Kota Ternate, Sadan G Abidin kepada media ini menegaskan, kepada Kapolda Malut, Irjen Pol. Drs. Rikwanto SH., M.Hum agar menindak tegas oknum polisi yang melakukan kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan saat melakukan peliputan di lapangan, bahkan menanyakan UU apa untuk mengambil gambar, 




" profesi kami sebagai wartawan di coreng habis oleh oknum polisi yang tidak mengerti dengan kahadiran wartawan di lapangan, kami meminta dengan tegas kepada bapak Kapolda dan Kapolres Ternate untuk menindak tegas terhadap oknum polisi yang melecehkan profesi wartawan, " tegasnya.



Sementara itu, kejadian kekerasan dan intimidasi di lapangan bukan hal yang baru bahkan sudah berulang-ulang kali oknum polisi melakukan tindakan kekerasan terhadap wartawan di lapangan.



Reporter : Sadan
Advertisement

TerPopuler