Ketua Peradi Malut, Sikap Polda Menolak Laporan Wartawan Merupakan Tindakan Melawan KUHAP -->

Ketua Peradi Malut, Sikap Polda Menolak Laporan Wartawan Merupakan Tindakan Melawan KUHAP

Jumat, 23 Oktober 2020, 22:57 WIB
Oleh Adan Pattisahusiwa
Advertisement







Malut,policeline - Sikap Polda Malut dua kali menolak laporan wartawan atas kasus Kekerasan, intimidasi dan mengahalangi wartawan mejalankan tugas peliputan aksi mahasiswa penolakan UU Omnisbus Law beberpa waktu lalu,  praktisi hukum senior Muhammad Conoras angkat bicara.




Muhammad Conoras sapaan akrab Ko Ama menegaskan, sikap Polda Malut menolak laporan wartawan merupakan tindakan melawan KUHAP.




“Bukan sekedar keliru tapi melanggar KUHAP,” katanya kepada wartawan, Jumat (23/10/2020).


 


Menurut Ko Ama,   laporan wartawan atas peristiwa hukum ke pihak Polda Maluku Utara dan kemudian dari Ditkrimsus saling melempar kewenangan dengan Ditkrimum terkait jenis pidana umum atau khusus , dirinya berpendapat pengusiran wartawan masuk dalam delik pidana umum, bukan delik pidana khusus,





“terlepas dari apakah itu delik pidana umum atau delik pidana khusus sepatutnya polisi wajib menerima terlebih dahulu laporan dari teman-teman wartawan apakah itu Ditreskrimum atau Ditreskrimsus baru kemudian melakukan tindakan hukum selanjutnya yaitu, pengumpulan bahan dan keterangan  berdasarkan Pasal 5 KUHAP,” jelasnya






Kata Ko Ama, setelah menerima laporan atau pengaduan kemudian mengumpulkan bahan dan Keterangan (Pulbaket)  selanjutnya dilakukan gelar perkara untuk menentukan suatu peristiwa hukum dapat dikualifisir sebagai peristiwa pidana atau tidak dan menentukan jenis pidana. 





“Kalau dari hasil gelar perkara terbukti bahwa delik pidana yang ditemukan merupakan delik pidana khusus, maka itu kemudian diserahkan kepada Ditreskrimsus atau sebaliknya, bukan menunjuk sana sini tanpa menerima laporan. saya berharap yang pertama polisi harus menerima laporan dari teman-teman wartawan dulu baru menentukan masuk di Ditrekrimum atau Ditreskrimsus  yang menangani laporan tersebut,” paparnya



Reporter : Sadan
Advertisement

TerPopuler