Kepala BNNP Malut Tegaskan Bripka HA Merupakan DPO Segera Menyerahkan Diri Sebelum Terlambat -->

Kepala BNNP Malut Tegaskan Bripka HA Merupakan DPO Segera Menyerahkan Diri Sebelum Terlambat

Senin, 23 November 2020, 20:29 WIB
Oleh Adan Pattisahusiwa
Advertisement







Malut,policeline - Kepala BNNP Malut Roy Hardi Siahaan dalam konferensi pers menegaskan kepada oknum anggota polisi berinisial Bripka HA yang telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) agar segera menyerahkan diri dalam waktu paling lama 3 x 24 jam sebelum terlambat.




"Kalau tidak menyerahkan diri, kami akan mengambil tindakan mengejarnya sampai di mana pun. Kemarin kami hanya sebarkan data DPO sampai pada Polda Malut dan jajaran, tapi kalau dia tidak serahkan diri kami akan menyebarkan sampai ke Mabes Polri," tegasnya kepada awak media di ruang rapat BNNP Malut, Senin (23/11/2020).



Lanjut Roy, BNNP Malut memberikan waktu 3x24 jam kepada DPO Bripka HA yang diduga sebagai bandar narkoba untuk menyerahkan diri. Sebab BNN percaya Kapolri juga tidak akan mentolelir oknum polisi yang terlibat narkoba.


" Kalaum memang selama waktu yang di berikan dan HA (Daftar Pencarian Orang) tidak juga menyerahkan diri, maka kami akan terus mencari dan mengejar keberadaannya dan kami akan menyurat sampai ke Mabes Polri, untuk membantu menangkap HA, " jelasnya,



Roy tambahkan, "kami butuh teman-teman media untuk menyampaikan hal-hal yang positif, berkaitan dengan narkoba kita larang dan lawan sehingga orang lain tidak bisa masuk ke Malut dan saya juga memerintahkan kepada seluruh staf BNN Malut agar tidak terlibat," terangnya





Menurut Roy, BNN juga telah melakukan koordinasi dengan Polda Malut dan Polres jajaran untuk mencari buronan (HA).





"Intinya pihak Polda juga mendukung untuk mencari oknum anggota DPO, bahkan Kabid Propam juga sangat mendukung. Jadi lebih baik dia menyerahkan diri saja untuk meringankan daripada nanti dia tidak menyerahkan diri tetapi memberatkan buat dia sendiri. Kalau sudah menyerahkan diri pasti meringankan buat dia," ucapnya.





Sementara itu, Oknum Polisi Bripka HA yang terlibat narkoba setelah pihak BNNP Malut mengamankan tersanga Berisisial MRK alias Rizal (42) yang merupakan Oknum Polisi yang di amankan salah satu kelurahan di Kota Ternate ditangan tersangka satu diamanakan barang bukti narkoba jenis sabu dengan berat 9,03 gram, 1 handphone merk Oppo warna hitam, 1 pcs korek api gas, dan 1 pcs alat hisap sabu.





Tersangka kedua berinisial ARK alias Ono (52) merupakan kontraktor yang di amankan di Kediamannya barang bukti yang di amankan berupa narkoba jenis sabu dengan berat 2,86 gram yang di slip dalam lipatan kursi soya di rumahnya, dan 1 buah handphone merk samsung warna hitam.





Tersangka ketiga, berinisial MA (29) merupakan karyawan NSS Ternate diamankan oleh tim Dikjar BNNP saat menjemput kiriman di jasa pengiriman JNE, pada Kamis 22 Oktober 2020 lalu, saat di tangkap dan di gledah ternyata barang yang di ambil itu berisi narkoba jenis ganja dengan berap 3 kg dan 2 pastik sabu seberat 2,19 gram, dan MA (Tersangka) langsung di girim ke BNNP untuk di periksa lebih lanjut,





Pasal yang dikenakan kepada ketiga tersangka di duga memiliki, menyimpan, menguasai narkotika, yakni untuk Tersangka MA dikenai pasal111 ayat 1 pasal 112 ayat 1 dan pasal 114 ayat 1 paling lama 20 tahun penjara. Sedangkan untuk Tersangka MRK dan ARK di kenakan pasal 112 ayat 1 dan pasal 114 ayat 1 Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.






Reporter : Sadan
Advertisement

TerPopuler