Polisi Akan Razia Kanalpot Racing Dan Sanksi Kendaraan Disita di Wilayah Kota Ternate -->

Polisi Akan Razia Kanalpot Racing Dan Sanksi Kendaraan Disita di Wilayah Kota Ternate

Sabtu, 21 November 2020, 14:08 WIB
Oleh Adan Pattisahusiwa
Advertisement





Ternate,policeline - Polres Ternate merazia sepeda motor dengan modifikasi kanalpot bersuara bising yang dikenal dengan istilah kanalpot racing atau kanalpot brong di wilayah Kota Ternate.





Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada S.I.K kepada media ini Sabtu (21/11/2020) mengatakan, motor pelanggar bakal disita dan hanya bisa diambil jika pemilik membawa kanalpot standar.



Lanjut Aditya, dalam kegiatan razia yang dilaksanakan di depan Mapolres Ternate berhasil mengamankan 29 unit kendaraan bermotor. 




Meski begitu, kata Aditya, polisi di lapangan kemungkinan juga dapat menindak langsung pengendara motor kanalpot racing yang terdeteksi tidak sesuai standar dan suaranya mengganggu.




"Pokoknya kalau kami lihat kanalpot tidak standar dan mengganggu akan kami lakukan (tilang)," ucapnya.




Menurut Aditya, polisi akan gencar menilang pengendara pelanggar sekaligus dengan kendaraannya. Artinya polisi juga akan menahan kendaraan pelanggar untuk sementara waktu.





"Kami tilang dengan kendaraannya. Kami tilang tapi nanti setelah pembayaran denda tilang, lalu saat mau ambil motornya harus bawa knalpot standar. Jadi nanti diganti dulu dengan yang standar baru boleh ambil motornya," tegasnya



Sementara itu, berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009, menggunakan knalpot tak sesuai standar bisa diganjar dengan Pasal 285 ayat 1.





"Bunyi pasal tersebut yakni. Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah," jelasnya.




Reporter : Sadan
Advertisement

TerPopuler