Merasa Ditipu, Ismet Baradi Minta Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Rekening Koran Peminjaman Nasabah -->

Merasa Ditipu, Ismet Baradi Minta Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Rekening Koran Peminjaman Nasabah

Minggu, 20 Desember 2020, 23:42 WIB
Oleh Adan Pattisahusiwa
Advertisement










Ternate,policeline - Ismet Baradi salah satu pengusaha di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara merasa di tipu atau rugikan oleh pihak bank Mandiri sejak tahun 2000 hingga sekarang.





Ismet Baradi kepada awak media Minggu (20/12/2020) menceritakan, pada bulan Maret Tahun 2000 melakukan peminjaman ke Bank Bumi Daya dengan nilai Kredit Rp 400 juta dan waktu berjalan Ia telah membayar sebanyak Rp 195 juta lebih dan sisa pinjamannya senilai Rp 204 juta lebih. Namun pada saat Bank Bumi Daya Merger atau penggabungan saham dengan Bank Mandiri bersama, pinjamannya di pindahkan dari Bank Bumi Daya ke Bank Mandiri senilai Rp 400 juta. Padahal seharusnya itu Bank Bumi Daya memindahkan uang pinjamannya ke Bank Mandiri sebanyak Rp 204 Juta lebih sesuai dengan sisa saldo di Platfom rekening peminjamnya, namun pihak bank sengaja mendongkrat nilai pinjaman tanpa di ketahui dirinya.






Kemudian di Tahun 2001 lalu tepatnya di akhir bulan Desember dirinya mendatangi bank mandiri dan melakukan penyetoran uang tunai senilai Rp 505 juta ke rekening perusahan CV. Ilham Kencana di bank mandiri, dan saat itu juga di terima oleh kepala Teller bernama Husen, namun uang tunai tersebut tidak di masukan kedalam rekening CV. Ilham Kencana, melainkan mereka (pihak bank) mengambil uang dari saldo peminjaman untuk di masukan ke rekening CV. Ilham Kencana senilai Rp 400 juta di tambah dengan saldonya yang tersisa Rp 108 juta lebih yang masih ada dalam tabungan pinjaman itu, sehingga itu, uang tunai miliknya yang 505 juta itu mereka tidak menyalurkan kerekening CV. Ilham Kencana melainkan uang pinjaman 400 di tambah sisa saldo 108 juta dan dibulatkan menjadi 505 juta dan uang tersebut di kembalikan lagi kerekening pinjaman, ini adalah sebuah tipuan atau modus yang di lakukan oleh pihak bank agar dirinya dapat mengetahui bahwa uang setor yang baru saja ia setorkan itu sudah masuk ke rekening perusahan CV. Ilham Kencana.






" oknum yang ada di bank mandiri telah menipu atau modus membuat kami merasa bingung akan tetapi semua bukti sudah kami miliki, sebab apa uang, masa pinjaman saya di tahun 2000 sebanyak 400 juta dan saya sudah setorkan sekitar 195 juta lebih dan sisanya pinjamannya sebanyak 204 juta, dan mencoba menipulasi segala adminstrasi oleh oknum bank mandiri bernama Halik Noko, Husen, dan Febrita. Uang tunai 505 yang di setor kemudian diambil oleh oknum pihak bank," singkat Ismet Baradi kepada awak media di Kediamannya Minggu (20/12/2020).



Lanjut Ismet, melancarkan aksi itu, pihak Bank memanipulasi segala adiminstrasi oleh saudara halik noko, husen dan febrita (Bukti terdapat dalam catatan) pahalal hal tersebut tidak di ketahui nasaba. Halik Noko merupakan pemegang kreditnya yang juga diduga itu adalah tandatangan dan tulisan Halik Noko.





"Bukti setoran pin book 505 itu diberikan ke saya setelah saya ribut di kantor. Lalu memberikan saya bukti setoran yang copy padahal seharunya kan yang asli," tegasnya.




 
Sambung Ismet, melakukan kredit di tahun 2002 sebesar Rp.Rp.600.000.000, dan di tahun 2006 sebesar Rp. 750.000.000.00 juta maka totalnya secara keseluruhan kredit di tahun 2000, 2002 dan 2006 itu senilai 1. 750.000.000.00 (satu milyar tujuh ratus lima juta rupiah).







Dirinya terus melakukan setoran secara lancar meski sering melakukan pengambil di rekening.  Namun demikian di tahun 2008 uang yang ada di saldo pinjaman dan perusahan cv.Ilham Kencana telah kosong.






"Padahal saya sudah tidak punya hutan lagi di bank, justru kalau dihitung saya masih punya uang didalam bank,  namun kenapa saya punya hutang sebanyak 1. 750.000.000.00 (satu milyar tujuh ratus lima pukuh juta rupiah). Ini Saya ditusuk orang-orang bank mandiri dari belakang, saya tidak terima dan saya meminta semua transaksinya selama ini apa sesuai dengan bukti penarikan dan penyetoran yang saya punya buktinya semua," jelasnya.



"Saya tidak menerima hutang saya sampai 1.750.000.000.00 (Satu Miliar Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah), selama 10 tahun lebih ini, karena semua bukti dari rekening koran sudah saya miliki dan masuk dan keluar uangnya kita bisa buktikan secara umum, supaya masyarakat Indonesia khususnya Maluku Utara bisa mengetahui kedok kejahatan oknum-oknum bank mandiri, " tegasnya lagi.



Diketahui, Ismet Baradi mendatangi kantor Bank Mandiri meminta kejelasan atas kenjadian tersebut. Namun demikian, pihak bank mempersulit dengan alasan bahwa masalah ini harus di konfirmasi ke kantor cabang di Makassar dan Manado serta jakarta. Upaya itu mulai dari tahun 2011 hingga kini tapi tidak direspon secara baik atau di pimpong oleh pihak bank.



"Padahal kita berlangganan disini di ternate, kenapa harus saya disuru ke manado, makasar dan jakarta," ungkapnya.



Maka dari itu dirinya meminta harus ada penyelesain terkait masalah ini. Aset dirinya (jaminan pinjaman) yang kurang lebih 10 Miliar terdiri dari rumah dan tanah (setifikat) di kembalikan.




"Karna cara mereka ini menusuk saya dari belakang, saya bisa buka rekening koran secara sama-sama dan bukti-bukti lainya kita periksa semua bukti di hadapan umum supaya semua orang tahu. Bahkan pihak bank saat nasabah mengadu, mereka bilang kita tidak takut , kita punya juga polisi, jaksa dan pengadilan, "Ismet mengutip ucapan Sahril salah seorang pegawai Bank Mandiri waktu itu.



Sementara itu, Kalau ini tidak diselesaikan secara baik, maka dirinya akan melaporkan ke pihak yang berwajib.





" Saya cuma minta kembalikan aset saya sebanyak tujuh aset seperti rumah dan tanah. Aset saya ini tidak disita bank, karena mereka takut saya bongkar semua," tutupnya.






Reporter : Sadan
Advertisement

TerPopuler