Seorang Anak Berusia 10 Tahun Harus Kehilangan Nyawa setelah Menjadi Korban Tabrak Lari Pengendara Mobil Yang Tidak Bertanggung Jawab -->

Seorang Anak Berusia 10 Tahun Harus Kehilangan Nyawa setelah Menjadi Korban Tabrak Lari Pengendara Mobil Yang Tidak Bertanggung Jawab

Senin, 15 Februari 2021, 21:19 WIB
Oleh RUDOLF TOBING
Advertisement

POLICELINE,MEDAN - Alif Fatan (10) seorang pelajar Sekolah Dasar ,warga Dusun I Desa Suka Mandi Hilir Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deliserdang. Alif Fatan menjadi korban tabrak lari sebuah mobil yang dikendarai oleh orang yang tidak bertanggung jawab saat melintas di Jalan perbatas menuju Jalan Cokroaminoto atau lebih tepatnya di Gang Budiman Lingkungan X Kelurahan Lubuk Pakam Pekan , Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang. Diketahui korban yang saat kejadian tengah mengendarai sepeda dayung, namun takdir berkata lain, korban harus kehilangan nyawa saat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Deliserdang untuk menerima perawatan medis, Senin (15/02/2021).

Dari informasi yang di dapat, kecelakaan berawal saat sebuah mobil jenis dan plat nomor Polisi yang belum diketahui datang dari arah Jalan Perbatasan menuju Jalan Cokroaminoto dan sesampainya ditempat kejadian pengendara mobil tidak memperhatikan korban yang mengendarai sepeda dayung didepannya sehingga menabrak korban.

Usai menabrak korbannya, pelaku langsung kabur meninggalkan korban. Akibat dari benturan keras tersebut membuat korban tergeletak di jalan dan mengalami luka memar di perut, luka lecet di perut, luka lecet di tangan sebelah kanan dan kiri, luka lecet diwajah, serta hidung mengeluarkan darah.

Kasatlantas Polresta Deliserdang Kompol S.L Widodo saat dikonfirmasi menuturkan “Korban meninggal dunia adalah seorang anak yang masih berusia 10 tahun dan pada saat kejadian tengah menaiki sepeda dayung, untuk pelaku tabrak lari saat ini sedang dalam penyidikan kita dan barang bukti yaitu sepeda dayung telah diamankan. Sementara itu jenazah pelajar malang yang menjadi korban tabrak lari telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan ” pungkasnya.(Rudolf Tobing)
Advertisement

TerPopuler