Kapolsek Percut Seituan Berhasil Mediasi Dua Kelompok Tani yang Berseteru -->

Kapolsek Percut Seituan Berhasil Mediasi Dua Kelompok Tani yang Berseteru

Rabu, 28 April 2021, 00:58 WIB
Oleh Bern
Advertisement
 

POLICELINE | Medan - Tanah garapan acap sekali memicu perseteruan antar warga maupun kelompok tani terhadap para pengembang ataupun perusahaan. 

Seperti perseteruan di Tanah Garapan Metrologi di wilkum Polsek Percut Seituan. Kapolsek PS, AKP Janpiter Napitupulu berhasil memediasi dan menggagalkan perseteruan antar kelompok yang diduga beresiko kontak fisik. 

Didampingi Kanit Reskrim AKP M. Karo-karo, dan beberapa personil, Kapolsek PS turun ke lokasi yang menjadi penyebab perseteruan, Senin (26/4). Kedatangan Kapolsek dan rombonganpun disambut baik oleh kelompok tani. 

"Saya selaku Kapolsek Percut Seituan,menghargai keluhan kalian.untuk itu mari kita duduk bersama dengan mereka.saya akan mediasi kalian yah,saya minta perwakilan 2 orang Laki dan dua orang Perempuan nantinya," ucap nya kepada kedua kubu. 

Agam selalu ketua kelompok Tani  Sepakat kita Jaya  Bersama (SKJB) didampingi sekretaris dan bendahara pun langsung menyampaikan keluhannya kepada Kapolsek PS dan rombongan. 

Tampak Kapolsek AKP Janpiter Napitupulu meminta masing-masing kelompok tani mengutus 2 orang laki-laki dan 2 orang wanita. 

"Saya selaku Kapolsek Percut Seituan, menghargai keluhan kalian. untuk itu mari kita duduk bersama dengan mereka.saya akan mediasi kalian yah, saya minta perwakilan 2 orang Laki dan dua orang Perempuan nantinya,"Sebut nya 

"Kedatangan kemari untuk mendudukkan masalah yang ada di Tanah Garapan ini agar tiap kelompok tidak terjadi gesekan antara kelompok A dan kelompok B," jelas Janpiter.

Menghindari tindakan anarkis, dalam mediasinya, Kapolsek PS mengajak kedua kelompok yang berseteru agar diselesaikan secara kekeluargaan. Hal tersebut disambut baik oleh kelompok tani. 

"Kami berharap di kepemimpinan bapak sebagai Kapolsek di Percut Seituan tidak ada lagi yang nama nya premanisme, "ketus salah seorang pengurus kelompok tani tersebut.

Terkait hasil dari mediasi tersebut, Kapolsek PS, AKP Janpiter menybutkan kedua kelompok berhasil dimediasi

"Sudah aman. Surat tanah yang di pegang oleh pihak di duga pengembang tersebut akan di cek oleh pihak Kelompok Tani nanti hari Senin depan ke Kantor Instansi terkait. jika benar Sah maka mereka sudah berjanji (Kelompok Tani), akan meninggalkan lokasi dengan Tertib. dan Jika surat yg di miliki dugaan Pengembang tersebut tidak syah, maka pihak terduga pengembang, juga akan berhenti dengan Tertib," Tegas Kapolsek.

Dilaporkan : Bern




Advertisement

TerPopuler