Gawat..!! 3 Proyek Rabat Beton di Silau Mangi Diduga Tidak Sesuai Bastag -->

Gawat..!! 3 Proyek Rabat Beton di Silau Mangi Diduga Tidak Sesuai Bastag

Kamis, 10 Juni 2021, 17:25 WIB
Oleh Red . 01
Advertisement
Foto Lokasi 3 Proyek Rabat Beton di Silau Mangi, Kelurahan Mekar Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar
POLICELINE │PEMATANGSIANTAR - SUMUT

Proyek peningkatan jalan lingkungan dengan rabat beton di daerah Silau Mangi, Kelurahan Mekar Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar tidak satu pun menggunakan plank proyek. Bahkan dari 3 titik pengerjaan tidak ada pelaksanaan lapangan yang sama, baik ketebalan, lebar dan hanya 1 titik pengerjaan yang menggunakan lapisan plastik amprahan campuran coran.


Pantauan dari POLICELINE.CO.ID di lapangan, seperti titik pertama proyek rabat beton dipertigaan jalan Silau Mangi menuju eks peternakan babi dan peternakan/ kandang ayam terlihat dari warna beton yang pucat keputihan menunjukkan campuran semen, pasir, batu pecah dan air terkesan tidak sesuai standart dan sesuai pengakuan masyarakat bahwa proyek tersebut hanya satu hari berdiri plank proyek.


"Ini katanya pemborongnya marga Saragih yang istrinya boru Purba, tapi kami tidak kenal kan ini lebih dominan 90% hanya akses menuju persawahan, kami juga heran sih kenapa panjangnya tangung dan waktu pengerjaan bahu jalan tidak pernah diratakan dulu entah dengan menimbun menggunakan pasir tapi diamprah dibersihkan lalu di lapis dengan plastik terus dituang campuran coran beton, kalau ketebalan bisa dilihat hanya di sisi kanan dan kirinya tebal kalau dengah mana ada nyampe tebalnya 15Cm dan apa memang sekarang rabat beton tidak lagi menggunakan pondasi pengikat sisi kanan dan kirinya, kalau hanya tuang campuran beton diatas plastik kan sama aja itu Plat beton aja di susun" jelas marga Simanjuntak, Kamis (10/6/2021).


Begitu juga di proyek rabat beton di titik yang kedua persisnya di jalan belakang Silau Mangi diatas lahan HGU Kebun Marihat ini merupakan proyek yang sangat disayangkan pengerjaanya dimana pemborong sesuai pengakuan masyarakat hanya tumpang tindih pelaksanaan tanpa adanya amprahan maupun meratakan permukaan bahu jalan dan tidak ada ditambah lebar bahkan tanpa ada pondasi pengikat kiri dan kanan.


"Ini benar bang baru seminggu silam selesai dikerjakan, pemborongnya juga marga Saragih yang naik mobil Taft dan sering nongkrong di Stadiun, supaya abang tau saya asli lahiran Silau Mangi ini dan ini jalan 3 tahun silam sudah di rabat beton dan kondisinya juga tidak begitu parah rusaknya karena ini akses jalan belakang sehingga jarang dilalui dan benar ini sudah diatas HGU Kebun Marihat" ungkap seorang warga yang namanya tidak ingin disebut.


Dilihat dari hasil bangunan rabat beton memang terlihat lebar hanya antara 180 - 210Cm yang lebih mencengangkan kondisi rabat beton yang baru dibangun 3 tahun silam masih terlihat jelas dijadikan alas proyek baru dengan ketebalan pekerjaan rabat beton yang baru malah ada yang hanya 7Cm dan saat ini sudah terlihat dibeberapa disi retak karena memang campuranya tidak sesuai standart.


Bukan hanya itu proyek rabat beton di atas lahan HGU Kebun ini tidak menggunakan pondasi dan sambungan antara rabat beton yang dikerjakan 3 tahun silam dengan campuran rabat beton yang baru tidak mengikat sehingga dibeberapa sisi terlihat menganga.


Memukaunya juga di proyek titik yang ketiga persis di Silau Mangi ujung dimana terlihat pekerja sedang beraktifitas dan terlihat campuran langsung dituang dari arco langsung ke tanah persis di pekarangan halaman rumah masyarakat.


Terlihat juga dalam mencampur adukan di molen, tidak menngunakan ukuran standar, tetapi pelaksana hanya menuangkan 1/2 sak semen merek Merah Putih berat 40Kg, 8 sekop batu pecah ukuran 1 : 2 dan pasir 10 sekop dan air secukupnya.


Salah seorang pekerja saat dimintai keterangan kenapa tidak menggunakan plastik lapisan campuran dengan tanah namun pekerja menjelaskan tidak mengerti akan hal itu tetapi mereka bekerja sesuai perintah pemborong bermarga Saragih.


"Tadi pemborongnya disini mulai pagi sampai siang tengah hari, makanya tadi plank proyek tadi ditempelnya disini tapi pemborongnya pulang dicabut kembali, itulah kenyataanya bang kalau disininya pemborong, maka di hekter plank proyek dari spanduk itu kalau dia pulang ya dicabut lagi dari dinding rumah warga ini" jelasnya.


Kepala Dinas Tarukim Kota Pematangsiantar, Kurnia saat hendak dikonfirmasi ke kantornya (Kamis, 10/6) pukul 15.55 WIB, namun seorang staff mengatakan bahwa Ibu telah keluar dari kantor.


Informasi dari beberapa sumber, proyek yang berjalan saat ini di Dinas Tarukim adalah jatah petinggi Kota Pematangsiantar yang diduga milik Siantar 1, namun hal ini belum jelas pembenarannya karena Kepala Dinas Tarukim maupun Sekretaris Daerah belum berhasil dikonfirmasi. 


(ADITYA)
Advertisement

TerPopuler