Palsukan Keterangan Kependudukan Jenazah Covid-19, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH Diminta Copot Jabatan Pangulu Bosar Nauli -->

Palsukan Keterangan Kependudukan Jenazah Covid-19, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH Diminta Copot Jabatan Pangulu Bosar Nauli

Jumat, 04 Juni 2021, 17:04 WIB
Oleh Red . 01
Advertisement
SIMON NAINGGOLAN Komandan Investigasi TOPAN - RI Sumut (FotoKiri) |RADIAPOH HASIHOLAN SINAGA, SH Bupati Simalungun (FotoKanan)
POLICELINE │SIMALUNGUN - SUMUT

Paska hebohnya jenazah terkonfirmasi Covid-19 warga Medan yang dikebumikan di Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, terungkap beberapa kejanggalan dan juga pelanggaran yang diakibatkan oleh ulah oknum pejabat pemerintahan setingkat kepala desa.

Jenazah terkonfirmasi Covid-19 atas nama PAIAN BAKTI SIANTURI yang merupakan warga Kota Medan dan meninggal di Rumah Sakit Adam Malik Medan sesuai dengan surat keterangan meninggal yang dikeluarkan Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan tertanggal 16 - Mei - 2021 dibawa ke Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun untuk dikebumikan.

Atas peristiwa ini, Simon Nainggolan selaku Komandan Investigasi dari LSM TOPAN - RI Sumatera Utara bersama team nya melakukan investigasi terkait dugaan adanya kesalahan prosedur terhadap pemakaman jenazah Covid-19 dan juga dugaan adanya pemalsuan data kependudukan.

Simon Nainggolan yang ditemui awak media di kantornya menuturkan, 

"Kita sudah layangkan surat kepada Bupati Simalungun Bapak Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH dengan meminta agar Bapak Bupati Simalungun segara bertindak tegas dengan mencopot Pangulu (kepala desa) Nagori Bosar Nauli Suriaten, AMK. Hal ini disebabkan karena dari hasil temuan team investigasi TOPAN - RI Sumut bahwa Pangulu Bosar Nauli Sariaten, AMK telah membuat keterangan palsu atas data kependudukan Jenazah Covid-19 warga Medan dan ber-KTP Medan tetapi dibuat keterangan bahwa Almarhum adalah warga Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun"

Lebih Lanjut Simon Nainggolan menjelaskan,

"Kami telah temukan foto surat yang dipalsukan data kependudukannya oleh Pangulu Nagori Bosar Nauli. Menurut sumber yang dapat dipercaya, bahwa pangulu sengaja melakukan dan membuat surat itu agar jenazah dapat di bawa ke Nagori Bosar Nauli untuk dikebumikan dan Jenazah Terkonfirmasi Covid-19 warga Medan yang meninggal di RSUP Adam Malik atas nama Paian Bakti Sianturi itu adalah keluarga dari Pangulu Nagori Bosar Nauli Sariaten, AMK.
Perbuatan Pangulu Nagori Bosar Nauli Sariaten, AMK ini sesuai dengan data yang kami terima telah melanggar hukum, terutama memberikan keterangan palsu yang oleh dengan jabatannya bertindak sebagai pemerintahan setempat dimana menurut kami hal ini melanggar Pasal 242 Kitab Undang - Undang Hukum Pidana (KUHP). Oleh karena itu kami mohon kepada Bapak Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH untuk bertindak tegas dengan mencopot dan memberhentikan Pangulu Nagori Bosar Nauli Sariaten, AMK sesuai dengan Permendagri No.82 Tahun 2015 dan melaporkan pemalsuan keterangan yang dilakukan dan atau diperbuat aparatur di pemerintahan Kabupaten Simalungun ke pihak Polres Simalungun" jelas Simon.

"Kita yakin, Bupati Simalungun Bapak Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH dapat bertindak tegas, demi pemerintahan yang bersih dan bermartabat apalagi kita ketahui masalah Covid-19 adalah masalah wabah virus yang mendunia. Tetapi bisa - bisa nya seorang pejabat Pemerintah di kabupaten Simalungun mengeluarkan Surat yang memberikan keterangan Palsu terhadap Jenazah Covid-19" tutup Simon.

(RED)
Advertisement

TerPopuler