Pangulu Bosar Nauli Sariaten,AMK Dilaporkan ke Polda Sumut, Diduga Sengaja Palsukan Data Penduduk Jenazah Covid-19 -->

Pangulu Bosar Nauli Sariaten,AMK Dilaporkan ke Polda Sumut, Diduga Sengaja Palsukan Data Penduduk Jenazah Covid-19

Sabtu, 12 Juni 2021, 13:05 WIB
Oleh Red . 01
Advertisement


POLICELINE │
Medan, 12/06/21

Pangulu (Kepala Desa) di kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun terancam berurusan dengan hukum. Diduga pangulu nagori Bosar Nauli Sariaten,AMK dengan sengaja memalsukan data kependudukan Jenazah Covid-19 yang merupakan warga Medan tetapi dibuat surat keterangan yang menyatakan bahwa jenazah Covid-19 tersebut merupakan warga nagori Bosar Nauli.

Hal ini disampaikan oleh Simon Nainggolan selaku komandan Investigasi Topan - RI Sumatera Utara. Ditemui di kantornya, (Jumat 11/06/21). Simon Nainggolan menjelaskan bahwa lembaganya melaporkan pangulu nagori Bosar Nauli yang diketahui bernama Sariaten,AMK ke Dirkrimsus Kepolisian Daerah Sumatera Utara atas dugaan pemalsuan keterangan kependudukan jenazah Covid-19 yang merupakan warga Medan dan memiliki KTP Medan tetapi dibuat keterangan dengan data dipalsukan yang menyatakan jenazah covid-19 adalah warga nagori Bosar Nauli, kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun.

Lebih lanjut Simon menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi lembaganya, Bahwa kuat dugaan Pangulu Bosar Nauli Sariaten,AMK yang dengan jabatannya sebagai pemerintahan setingkat desa dengan sengaja membuat surat keterangan yang menyatakan bahwa Jenazah terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia di RSUP Adam Malik Medan merupakan warga nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun dan surat inilah yang mungkin membuat jenazah terkonfirmasi covid-19 tersebut dilepas oleh pihak RSUP Adam Malik Medan untuk dikebumikan di nagori Bosar Nauli. Dan hasil konfirmasi kami kepada Kepala Puskesmas setempat di dapat info bahwa diberitahukan kepada kepala puskesmas pada tengah malam saat mau dikebumikan dan dikatakan yang mengebumikan pihak RSUP Adam Malik asal jenazah. Padahal jelas tidak ada ditemukan team dengan APD lengkap sesuai standart pengebumian jenazah Covid-19 di lokasi pengebumian. Demikian juga pihak Gugus Tugas Covid-19 kabupaten Simalungun yang dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya diberitahu setelah dikebumikan. Demikian juga Kapolsek Tanah Jawa yang dikonfirmasi juga mengatakan mereka tidak mengetahui saat dikebumikannya jenazah covid-19 di wilayah hukumnya dan tidak ada informasi maupun kordinasi ke pihak polsek.

Setelah kita lakukan investigasi dan mengumpul data - data berupa surat keterangan meninggal, Resume Medis RSUP Adam Malik Medan, KTP Jenazah, Surat Keterangan yang diduga dipalsukan, Foto - foto pemakaman Jenazah Covid-19 tanpa APD dan Team serta dikelilingan orang pada jarak dekat. Dan keterangan konfirmasi dengan pihak polsek, kepala puskesmas dan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Simalungun. Maka kita simpulkan adanya pemalsuan data penduduk yang diperbuat aparat pemerintahan dengan sengaja dan memiliki tujuan tertentu dan berkepentingan atas pemalsuan yang dibuatnya. 

Oleh karena itu kita ambil langkah melaporkan pelaku ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara. Dimana pelaku yang dengan jabatannya sengaja mengeluarkan dan menerbitkan surat keterangan yang berisi keterangan palsu jenazah Covid-19 dengan kops surat resmi pemerintah kabupaten Simalungun, kecamatan Hatonduhan, Nagori Bosar Nauli dan berstempel basah. Tutup Simon.

TA
Advertisement

TerPopuler