Penebangan Mahoni Didepan Perumahan Meranti Land Diduga Azas Kepentingan Pengusaha -->

Penebangan Mahoni Didepan Perumahan Meranti Land Diduga Azas Kepentingan Pengusaha

Senin, 05 Juli 2021, 18:41 WIB
Oleh Red . 01
Advertisement
POLICELINE │SIMALUNGUN - SUMUT

Masih kita ingat Bupati Simalungun turun kelokasi Perumahan Meranti Land di Jalan Asahan KM 3, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun awal bulan Juni 2021 kemarin. Didampingi Kepala Dinas PR PSDA saat itu berdepat dengan pihak pengembang perumahan karena adanya upaya penutupan saluran irigasi/ drainase.

Belakangan adanya juga penebangan pohon mahoni persis didepan sepanjang perumahan ditaksir berkisar 35 pohon, dengan alas tebang adanya permintaan masyarakat setempat yang ditanda tangani Pangulu Nagori (Kepala Desa) diketahui oleh Camat Siantar untuk mendapat persetujuan Dinas Kehutanan Provinsi Sumut melalui KPH II Kehutanan Pematangsiantar.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, dimana seyogyanya diketahui bahwa penebangan pohon mahoni yang merupakan pohon tepi jalan hanya berlaku saat kondisi pohon dalam keadaan darurat atau rawan tumbang sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat setempat.

Tetapi penebangan pohon mahoni persis didepan perumahan Meranti Land diduga azas kepentingan pengusaha, dimana dilihat dari kokohnya pohon dan rindangnya ranting serta daun pohon tidak ada ancaman akan tumbang atau patah.

Dari surat permohonan atas nama SG, permintaan penebangan 35 pohon mahoni dengan alasan

1). Pohon besar yang berada dipinggur jalan menghalangi pandangan dan kondisi pohon yang sudah tidak sehat (Sesuai amatan dilapangan semua pohon sehat dan rindang bahkan dari sisa tungkul poko pohon yang sudah ditumbang terlihat tidak ada penyakit maupin serangan hama jarum kepada pohon mahoni jadi dapat diduga alasan ini hanya kamuplase semata).

2). Menghambat akses masuknya kendaraan si komplek tersebut yang nantinya akan dibuat jalan utama (Dengan alasan ini garis besarnya komplek tersebut yang dalam artian komplek perumahan Meranti Land, jelas membuktikan penebangan atas keinginan pengusaha).

3). Pohon besar tersebut nantinya akan diapit 2 jalan sehingga dapat membahayakan pengguna jalan, merusak fasilitas umum (Kembali lagi dugaan pembohongan, apakah SG selaku pemohon sudah paham betol atau sudah melihat master plan RPJP maupun RPJM Provinsi Sumut sehingga membuat alasan yang belum kelihatan nyata).

Sampai berita ini dipublis, tim masih berupaya konfirmasi ke Pangulu Nagori Pamatang Simalungun, Camat Siantar maupun Kepala KPH II Kehutanan Pematangsiantar terkait 15 daftar nama warga yang setuju akan penebangan pohon mahoni tersebut.

(RED)
Advertisement

TerPopuler