Mesin Judi Merk Hitam Putih Menguasai Arena di Wilkum Polrestabes Medan -->

Mesin Judi Merk Hitam Putih Menguasai Arena di Wilkum Polrestabes Medan

Sabtu, 14 Agustus 2021, 15:47 WIB
Oleh Bern
Advertisement

POLICELINE| Medan - Mesin judi jenis tembak ikan merek Hitam-Putih diduga milik Akun menguasai arena di wilayah hukum Polrestabes Medan.

Kabarnya, pria turunan Tionghoa itu dulunya ikut mengelola judi mesin tembak ikan merk “Joker 88”, namun terjadi pecah kongsi lalu Akun mengganti merk “Hitam-Putih”.

Dari penelusuran dilapangan, Jumat (13/8) didapat data ada seratusan mesin judi mesin tembak ikan merk Hitam-Putih diduga milik Akun tersebar di 25 lokasi. Mesin Judi Merk Hitam Putih itu dulunya merk Joker 88.

Dalam satu lokasi saja beroperasi 5 sampai 10 Mesin. Adapun lokasi judi itu antara lain berada diwilayah hukum Polsek Medan Timur yakni di Jalan Mesjid Taufik.

Diwilayah hukum Polsek Medan Area di Jalan Mandala By Pass tepatnya di depan SPBU, Kecamatan Medan Tembung. Ruko ini dulunya tempat biro jasa pembayaran pajak kenderaan bermotor, di Jalan Besi no 39, tidak jauh dari pasar Besi. Mesin judi berkedok ketangkasan itu sudah beroperasi 1 tahun lebih.


Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chan yang dikonfirmasi mengatakan akan menindak jika ada permainan judi didaerahnya.


Diwilayah hukum Polsek Percut Sei Tuan berada di Komplek MMTC Blok D Jalan Pancing. Ada belasan unit mesin tembak ikan merk Hitam Putih yang ditempatkan di 2 ruko dan lokasinya tepat di depan Pajak MMTC.


Aktifitas perjudian yang beroperasi secara terang-terangan itu berlangsung selama 24 jam. Namun lokasi yang selalu ramai pemain tidak dapat disentuh polisi.


Melansir dari Medanposonline.com, Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Jan Piter Napitupulu ketika dikonfirmasi lewat ponselnya tidak mengangkat.


Lokasi judi lainnya berada di wilayah hukum Polsek Medan Barat antara lain di Jalan KL Yos Sudarso Kelurahan Pulo Brayan Darat, Kecamatan Medan Barat, tepatnya di belakang dan depan eks bangunan Supermarket Macan Yaohan. Untuk menghindari razia dari Tim Satgas Gugus Tugas Covid-19, para pemain judi datang malam hari. Perjudian itu beroperasi hingga subuh.


Setiap hari lokasi dipadati pemain Jika dilihat dari luar seolah tidak ada aktifitas karena kenderaan para pemain sengaja disimpan di belakang gedung sedangkan pintu depan sengaja ditutup.


Kanit Reskrim Polsek Medan Barat AKP Prasetyo yang dihubungi lewat telepon selulernya tidak mengangkat.


Di wilayah hukum Polsek Sunggal berada disebuah ruko bekas cafe Jalan Ring Road/Gagak Hitam depan SPBU. Kemudian di Gang Bakung.


Di wilayah hukum Polsek Deli Tua berada di Jalan Berlian Sari, Kel Titi Kuning, Kec Medan Johor. Di 2 ruko itu ada belasan mesin judi.


Ironisnya, arena judi ini sudah beberapa kali diprotes warga sekitar namun Akun selaku pemilik tidak bergeming karena dia mengaku sudah mengatur oknum-oknum petugas.


Informasi diperoleh, Akun semakin semangat mengembangkan bisnis judinya tatkala diberlakukan PPKM Darurat hingga PPKM Level 4 dan sampai saat ini. Akun secara terang-terangan mengundang masyarakat untuk melakukan kerumunan atau keramaian yang jelas dilarang pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.


Dari sedikitnya 25 lokasi dengan jumlah mesin seratusan unit, Akun mendapat penghasilan setiap hari ratusan juta rupiah.


Omzet itulah diduga dibagi-bagi Akun kepada oknum-oknum petugas agar tidak memperdulikan keluhan dan protes warga atas keberadaan mesin judinya tersebut.


Informasi yang berkembang dilapangan, Akun diduga “memegang” oknum pejabat utama di Poldasu, sehingga dia semakin berani mengembangkan bisnis judi jenis tembak ikan. Merk Hitam-Putih.


Bahkan informasi sumir bahwa pihak Polsek tidak berani menutup lokas judi milik Akun merk Hitam-Putih akibat oknum pejabat dimaksud.


“Kalau warga ribut, oknum polisi menyuruh ditutup dulu sebelum polisi datang lalu beberapa hari kemudian dibuka lagi. Begitulah modusnya agar tidak kelihatan oknum petugas terlibat,” ujar sumber yang mengaku pernah bekerja di arena perjudian mesin tembak ikan saat itu mereknya Joker 88.


Yang pasti, katanya, ada setoran kepada oknum petugas maka judi merk Joker 88 hingga berganti nama menjadi Hitam-Putih berjalan lancar.


Sementara informasi lain menyebutkan, Akun awalnya bergabung dengan beberapa orang temannya mengelola mesin tembak ikan merk Joker 88 yang sempat merajai mesin judi jenis tembak ikan di Medan dan Deli Serdang, karena kedekatan mereka kepada oknum Pamen di Poldasu.


Namun akhirnya mereka pecah kongsi hingga akhirnya Akun membuka merk Hitam-Putih.


Kapoldasu Irjen Panca Putra Simanjuntak dan Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin menurut dia yang mampu menutup aksi perjudian itu dan menindak tegas anggotanya yang terlibat.

(POL/MPOL/Red) 

Advertisement

TerPopuler