Azhari Oknum Wartawan Pengelola Jembatan Darurat Pondok 8 Yang Beraroma 'Pungli', Diduga Melanggar Kode Etik PERS -->

Azhari Oknum Wartawan Pengelola Jembatan Darurat Pondok 8 Yang Beraroma 'Pungli', Diduga Melanggar Kode Etik PERS

Jumat, 03 September 2021, 21:39 WIB
Oleh Red . 01
Advertisement

POLICELINE
│SIMALUNGUN - SUMUT

Azhari sang pengelola jembatan darurat yang terletak di blok 8 Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumut, yang diduga menjadi sarana pungli mengaku sebagai wartawan. Hal itu sesuai dengan pengakuan Azhari melalui pesan WhatsApp, Kamis (02/9/2021), sekitar pukul 17.34 Wib,  yang mengirimkan gambar Kartu Tanda Anggota (KTA) media Visual atas namanya.

Azhari mengirimkan foto KTA miliknya setelah membaca berita yang sudah terbit berjudul "Jembatan Darurat Pondok 8 Jadi Ajang 'Pungli', Azhari Pengelola Jembatan Mengaku  Oknum Wartawan".

Pengakuan Azhari sebagai Jurnalis  dan juga menjadi pengelola Jembatan darurat yang diduga sarang pungli memberitahukan adanya dua kegiatan yang berbanding terbalik. Yang mana jurnalistik merupakan sebuah profesi yang bersifat independen, Namun dipihak lain Azhari sebagai pengelola jembatan darurat yang diduga sarana pungli.

Apakah profesi Azhari sebagai wartawan merupakan 'topeng' bagi instansi terkait dan untuk pengamanan dan melancarkan dugaan pungli dijembatan darurat ?? Jika hal itu terjadi, maka diduga telah melanggar kode etik PERS. Warga berharap agar aparat kepolisian turun kelapangan.

Pemberitaan sebelumnya, sudah 2 tahun lebih, pembangunan Jalan Lintas Sumatera Utara (Jalinsum) yang terletak di Blok 8 Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumut belum diperbaiki.

Jembatan yang menghubungkan kota Pematangsiantar - Tanah Jawa hingga ke Mandoge Kabupaten Asahan itu runtuh tepatnya pada tanggal 2 April 2019 lalu. Melihat warga pengguna jalan sangat kesulitan saat itu, Pemerintah hadir memberikan perhatiannya dengan membangun jembatan darurat.

Akan tetapi hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Sumut belum juga melakukan pembangunan jembatan sebagaimana dengan ukuran idealnya. Padahal ketika jembatan itu baru putus, beredar informasi pembangunan akan dilaksanakan pada tahun 2020. Namun hingga saat ini, belum ada tanda-tanda akan dilakukan pembangunan.

Sesuai amatan tim dilokasi jembatan darurat, Kamis (28/08/2021), sekelompok orang terlihat melakukan penjagaan lalu lintas (Lalin) dari kedua arah yang dilakukan sekelompok orang tersebut sembari meminta uang sukarela dari pengguna jalan yang melintas.


Terkait pengutipan uang yang dilakukan oleh para penjaga sudah pernah dipublikasikan oleh media, namun tindakan itu masih tetap berlangsung dilokasi jembatan darurat, bahkan terlihat juga kendaraan yang bermuatan lebih dari 5 ton melintas dari jembatan darurat.

Guna memeroleh informasi yang berimbang, tim melakukan konfirmasi kepada Azhari yang disebut-sebut sebagai  pengelola Jembatan darurat blok 8 Kecamatan Tanah Jawa. Melalui pesan WhatsApp, Azhari mengatakan sampai saat ini belum ada biaya perawatan jalan dan mengaku sudah 3 kali mengganti kayu jembatan. Selain itu Azhari juga mengaku sebagai oknum wartawan dari media visual.

"Ya.. Izin pak biar jelas lagi sampai saat ini belum ada biaya perawatan jembatan dan jalan itu. Semenjak jembatan itu berdiri kita selalu merawat nya baik jalan yg selalu berlobang kita timbun dengan pasir dan batu, dan kayu jembatan juga sudah 3 kali kita ganti. Jadi kita anggota jaga tidak pernah memaksa dari para pengendara. Jasa yg pengendara beri bukan hanya untuk makan kita tapi juga di sisikan untuk membeli pasir batu dan kayu untuk persediaan perawatan jalan dan jembatan," ujarnya.

(RICARDO)

Advertisement

TerPopuler